Marc Marquez di Ambang Sejarah! Satu Langkah Lagi Samai Rekor Legendaris Valentino Rossi

KALIMANTANLIVE.COM – Marc Marquez semakin dekat menuju pencapaian luar biasa dalam kariernya di MotoGP. Usai tampil impresif sejak awal musim 2025 bersama Ducati, pebalap asal Cervera itu kini menjadi kandidat terkuat untuk merebut gelar juara dunia kesembilannya—yang akan menyamainya dengan legenda MotoGP, Valentino Rossi.

Saat ini, Marc memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 24 poin atas sang adik, Alex Marquez. Persaingan sengit antar kakak beradik ini menjadi sorotan menarik sepanjang musim MotoGP 2025.

# Baca Juga :Hasil Sprint Race MotoGP Inggris 2025, Alex Marquez Menang, Marc Marquez Kedua, Quartararo Merosot 

# Baca Juga :Hasil Kualifikasi MotoGP Inggris 2025: Fabio Quartararo Pole, Marc Marquez-Bagnaia Dua dan Tiga  

# Baca Juga :Main Aman, Marc Marquez Sabet 20 Poin dan Pimpin Klasemen MotoGP 2025!

# Baca Juga :Marc Marquez & Bagnaia Bersatu! Kolaborasi Dua Bintang Ducati Ubah Arah Pengembangan MotoGP 2025

“Kami seperti sedang menjalani mimpi. Bisa berada di posisi pertama dan kedua dalam klasemen adalah sesuatu yang luar biasa. Ibu kami bahkan mendukung Alex dan bilang agar saya mengalah saja, karena saya sudah punya banyak gelar juara dunia,” ujar Marc Marquez, dikutip dari Motosan.es, Jumat (30/5/2025).

Meski tetap saling mendukung, Marc menyadari bahwa jika ia mampu mengunci kemenangan musim ini, maka ia akan mencatatkan sejarah pribadi—menyamai rekor 9 gelar juara dunia milik Valentino Rossi.

“Kami saling mendukung dan ingin yang terbaik satu sama lain. Tapi jika saya menang, itu akan menjadi gelar ke-9 saya dan saya akan menyamai Valentino Rossi,” tegasnya.

Transformasi Mental Seorang Juara

Marquez juga mengungkapkan bahwa dirinya kini menjalani balapan dengan pendekatan yang lebih dewasa. Di usia 32 tahun, ia mengaku telah mengalami transformasi mental yang besar dibandingkan saat masih muda.

“Dengan kedewasaan datang pula kesadaran. Sekarang saya lebih memikirkan keselamatan dan lebih bijak dalam menghitung risiko,” ungkapnya.

“Dulu saya yakin, selama tubuh saya fit, saya akan cepat pulih. Tapi saya akhirnya sadar, ada cedera yang sulit untuk disembuhkan sepenuhnya.”

Pengalaman pahit dari serangkaian cedera yang dideritanya beberapa tahun lalu membuat Marc lebih selektif dan cermat dalam menghadapi setiap sesi balapan.