Selain kabel, tiang-tiang penyangga juga menjadi perhatian. Pemko mendorong agar ke depan, seluruh provider dapat menggunakan tiang bersama untuk menciptakan tata ruang kota yang lebih rapi.
“Tiang-tiangnya itu harus ditata ulang. Harapan kita, semua provider bisa bergabung menggunakan satu titik tiang saja supaya tidak semrawut,” tambahnya.
BACA JUGA: INFO Cuaca Ekstrem Rabu 28 Mei 2025, BMKG: Pesisir Batola, Banjar, Banjarmasin Berpotensi Banjir Rob
Untuk jangka panjang, Yamin bahkan mengusulkan pembangunan sistem ducting atau saluran kabel bawah tanah seperti yang telah diterapkan di sejumlah kota besar.
Menurutnya, hal ini menjadi solusi permanen yang tidak hanya memperindah kota, tetapi juga meminimalisasi risiko gangguan teknis.
“Ke depan, inovasi ini bisa dilakukan. Jadi tidak merusak estetika kota dengan kabel yang bergelantungan di atas,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, menjelaskan bahwa konsep ducting sudah masuk dalam rencana jangka panjang Pemko.
Menurut Suri, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap seluruh jaringan dan tiang kabel yang ada di Kota Seribu Sungai.







