Teror ‘Ninja Sawit’ Menggila di Kalteng! Mobil Pelaku Dihancurkan Massa, Polisi Buru Komplotan

KOBAR, KALIMANTANLIVE.COM — Warga Desa Arga Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kalimantan Tengah, kembali dibuat resah akibat aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit oleh komplotan yang dikenal dengan sebutan “Ninja Sawit”.

Aksi para pelaku kali ini berlangsung cepat dan diduga sudah terorganisir. Namun keberuntungan tak sepenuhnya berpihak kepada mereka. Meski berhasil kabur, mobil pick-up Wuling yang digunakan dalam aksi tersebut tertinggal di lokasi kejadian.

# Baca Juga :Sandra Bullock Ungkap Trauma Mendalam Akibat Rumahnya Dibobol Maling: “Kupikir Aku Akan Mati”

# Baca Juga :Maling Beraksi di Pelabuhan Batulicin-Kotabaru: Ban dan Velg Mobil Raib, Warganet Geram!​

# Baca Juga :Dinding Dijebol Maling, Brankas Alfamart di Batulicin Berisi Uang Ludes!

# Baca Juga :HEBOH! Warga dan Polisi Amankan Diduga Maling saat Haul Guru Zuhdi, Embat Tabung LPG Milik Tetangganya

Kendaraan itu pun menjadi pelampiasan kemarahan warga yang geram atas maraknya pencurian sawit. Tanpa ampun, massa merusak mobil tersebut sebelum akhirnya diamankan oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Pangkalan Banteng sebagai barang bukti.

“Kami sedang melakukan penyelidikan intensif dan memburu para pelaku yang melarikan diri,” ujar salah satu petugas kepolisian setempat, Jumat (30/5/2025).

Polisi Imbau Warga Tetap Waspada

Kasus ini bukan yang pertama kali terjadi. Aksi “Ninja Sawit” sudah berulang kali menimbulkan keresahan dan kerugian besar bagi para petani, terlebih di tengah melonjaknya harga sawit dalam beberapa pekan terakhir.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika memiliki informasi atau mengenali para pelaku.

“Jangan takut untuk melapor. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam menghentikan aksi kriminal ini. Mari kita ciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari aksi pencurian,” tegas pihak kepolisian.

Warga diharapkan saling menjaga satu sama lain dan tidak memberi celah sedikit pun bagi para pencuri untuk beraksi kembali.(Kalimantanlive.com/media_pangkalan_banteng)

editor: TRI