Dinkes Balangan beserta Puskesmas juga melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat terkait kondisi awal penderita TB, agar dapat segera memeriksa kondisi mereka di fasilitas kesehatan terdekat.
“Permasalahan saat ini banyak yang terlambat saat mengobati, jadi saat datang ke fasilitas kesehatan kondisinya sudah mulai parah. Maka dari itu kami gencar melakukan sosialisasi dan menyediakan alat untuk mendukung penegakan diagnosa penyakit TB,” kata Sauki.
BACA JUGA: DPRD dan Pemkab Balangan Sepakati Dua Raperda Dalam Rapat Paripurna, Wabup Apresiasi Dewan dan SKPD
Sauki berharap masyarakat dapat berpartisipasi dalam upaya penanggulangan TB di Balangan, seperti segera ke tempat fasilitas kesehatan jika terdapat gejala-gejala awal TB.
“Selain dengan adanya sarana dan prasarana yang mumpuni, kesadaran masyarakat akan kesehatannya juga penting dalam upaya penanggulangan TB di Balangan,” tutupnya.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Balangan, H Hasmi menambahkan bahwa Dinkes Balangan menargetkan 530 penemuan pasien TB di tahun 2025 ini.
“Hingga bulan Mei tadi terdapat sekitar 200 penemuan dan pengobatan pasien TB, dan untuk target 530 orang dengan minimal penemuan 90 persen. Untuk terduga TB terdapat 879 orang dengan target capaian sebanyak 2576 orang terduga TB yang diberikan pelayanan,” ujarnya.
(Kalimantanlive.com/Kamil)










