MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Warga Barito Utara yang vidionya sempat viral saat menggerebek praktik politik uang tanggal 14 Maret 2025 lalu, masih tetap berkomitmen untuk menghentikan segala bentuk pelanggaran dalam Pemilihan Umum di Barito Utara.
Mahyudin yang saat itu memidiokan kejadian politik uang di jalan simpang Pramuka, Muara Teweh, kini menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) tanggal 6 Agustus nanti mulai aktif kembali memantau segala pelanggaran yang mungkin saja terjadi lagi.
Hari ini bersama rekan-rekannya ia mendatangi Bawaslu Barito Utara untuk membuat laporan sekaligus menguji tentang boleh tidaknya seorang Damang mengikuti kegiatan politik praktis (2/6/2025).
“Laporan kami hari ini sekadar mempertanyakan apakah seorang Damang boleh berpolitik praktis atau di dalam aturan dia seharusnya netral,” jelas Mahyudin kepada Kalimantan Live.
BACA JUGA : Mendaftar Ke KPU Barito Utara, Shalahuddin Tekankan Anti Politik Uang dan Kenalkan Shalahuddin Felix SIF
Mahyudin mempertanyakan adanya salah satu Damang di Kecamatan Lahei yang diduga proaktif ikut berpolitik bersama salah satu kandidat. Belum diketahui apakah yang bersangkutan berstatus Pelaksana Tugas (PLT) atau sudah Definitif.
Dalam laporannya ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Barito Utara, Mahyudin menyerahkan beberapa lembar foto yang menunjukan aktivitas Damang dimaksud dalam politik saat ini.
“Alhamdulillah Bawaslu menerima dan akan mempelajari laporan kami, apabila ada kekurangan dalam laporan, maka akan disampaikan lagi paling lama 3 hari,” jelas dia usai keluar dari Kantor Bawaslu.
Ia menyampaikan pula semua yang dilakukannya selama ini adalah untuk pembelajaran politik agar Pemilihan Umum dapat selalu berada pada koridor yang benar dan fair.
“Pemangku jabatan publik harus merepresentasikan kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi,” tutup Mahyudin.








