JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Thailand kembali berjibaku dengan gelombang baru infeksi COVID-19. Di tengah status endemi global, Negeri Gajah Putih justru mencatat lonjakan kasus yang menewaskan puluhan warga dan memaksa sekolah-sekolah kembali ke mode daring.
Angka Kematian Mengkhawatirkan, Kalahkan Flu dan Penyakit Lain
# Baca Juga :Waspada Covid-19! Dinkes Jakarta Siapkan 3 Jurus Ampuh Hadapi Lonjakan Kasus, 35 Terinfeksi Sejak Januari
# Baca Juga :Covid-19 Naik Lagi di Asia! Kemenkes Ingatkan Warga RI, Hati-Hati ke Konser Lady Gaga di Singapura
# Baca Juga :Kasus Covid-19 Menurun, Pemprov Kalsel Keluarkan Surat Edaran ke Kabupaten dan Kota Termasuk KKP
# Baca Juga :Ternyata Ada 11 Orang Terpapar Virus Covid-19 di Banjarmasin, Ini Penjelasan Dinkes
Dalam unggahan terbarunya, Dr Thira Woratanarat, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Chulalongkorn, membeberkan data mengejutkan: sebanyak 170.000 orang dirawat karena COVID-19 dalam sebulan terakhir, dengan 37 kematian tercatat. Sebagai perbandingan, flu biasa hanya menyebabkan satu kematian dalam periode yang sama.
“COVID-19 masih jauh lebih berbahaya dari flu. Masyarakat tidak boleh lengah,” tegas Dr Thira.
Pada periode 18–24 Mei 2025, COVID-19 menjadi penyebab penyakit dan kematian tertinggi, 5 kali lebih banyak dari diare, 10 kali lebih tinggi dari flu, dan 30 kali lebih banyak dari keracunan makanan.
Varian Baru Muncul, WHO Waspada LP.8.1 dan NB.1.8.1
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini memantau dua varian baru yang mengkhawatirkan:
LP.8.1: Sudah menyumbang 39% infeksi di 51 negara
NB.1.8.1: Menyebar lebih cepat dan mampu menghindari antibodi vaksin/infeksi lama hingga 1,6 kali lebih kuat
NB.1.8.1 kini berstatus variant under monitoring (VUM) karena kecepatannya dalam menular dan resistensinya terhadap imunitas sebelumnya.







