BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Muhammad Farhanie, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyelamatkan ekosistem mangrove dan mengurangi polusi plastik dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup 2025.
Pernyataan itu disampaikan saat Seminar Nasional bertema “Menata Masa Depan Mangrove Indonesia: Kolaborasi Ilmu, Aksi, dan Kebijakan untuk Mengakhiri Polusi Plastik”, yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarbaru.
BACA JUGA: Gubernur Kalsel Sambut Kedatangan Menteri Desa di Bandara Syamsudin Noor
“Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan perguruan tinggi sangat dibutuhkan dalam mengatasi persoalan lingkungan yang kompleks ini,” ujar Gubernur Muhidin dalam sambutan tertulisnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan regulasi dan edukasi publik adalah kunci utama untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih ramah lingkungan.
“Kesadaran kolektif harus dibangun secara konsisten. Langkah kecil dari individu bisa menjadi kekuatan besar jika dilakukan bersama-sama,” tegasnya.
Gubernur juga mengapresiasi komitmen ULM dalam konservasi mangrove dan pelestarian lingkungan. Ia menyebut perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung riset dan inovasi untuk keberlanjutan lingkungan hidup.







