KALIMANTANLIVE.COM – Dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha bukan sekadar waktu biasa. Tanggal 4 dan 5 Juni 2025 diprediksi menjadi momen penuh limpahan pahala bagi umat Islam yang tak sedang berhaji. Ya, itulah hari di mana puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan—dua amalan sunnah yang diyakini membuka pintu keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.
# Baca Juga :Wakil Wali Kota Banjarmasin Imbau Warga Tak Panic Buying Jelang Idul Adha
# Baca Juga :SIAP-SIAP LIBUR PANJANG LAGI! Idul Adha 2025 Diprediksi Jatuh Hari Jumat, Long Weekend 4 Hari Menanti!
# Baca Juga :Potong Hewan Kurban, Armani Peduli Ikut Berbagi Kebahagiaan di Perayaan Idul Adha 1445 H di Banjarmasin
# Baca Juga :Manfaatkan Moment Hari Raya Idul Adha, Pedagang Musiman Makanan Khas Ini Kebanjiran Pembeli
Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2025 Dilaksanakan?
Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025, melalui sidang isbat yang digelar Selasa malam, 27 Juni 2025. Dengan demikian, inilah jadwal penting yang perlu dicatat:
Rabu, 4 Juni 2025 – Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Kamis, 5 Juni 2025 – Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Dua hari ini sangat dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Puasa ini bukan hanya rutinitas ibadah, melainkan bagian dari warisan spiritual yang sarat makna historis dan religius.
Puasa Tarwiyah: Jejak Persiapan Spiritual Menuju Arafah
Nama “Tarwiyah” berasal dari tradisi jamaah haji zaman dahulu yang mempersiapkan air sebagai bekal sebelum berangkat ke Padang Arafah. Meski hadits yang mendasarinya berstatus dhaif (lemah), banyak ulama tetap menganjurkannya karena termasuk amalan fadhāilu al-a’mal—ibadah yang memiliki keutamaan besar.
“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya: Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.
Tarwiyah bukan sekadar puasa, melainkan momen refleksi dan persiapan batin untuk menyambut puncak ibadah.






