KALIMANTANLIVE.COM – Panasnya atmosfer pertandingan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan kembali membakar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Timnas Indonesia akan menjamu tim kuat China pada Kamis, 5 Juni 2025, dan laga ini dipastikan semakin seru dengan kehadiran langsung sekitar 3.000 suporter China di tribun stadion!
Namun, di tengah antusiasme tinggi, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberikan peringatan tegas: jangan ulangi kesalahan masa lalu yang mencoreng nama baik bangsa.
# Baca Juga :Jay Idzes Tegaskan Timnas Indonesia Tetap Kompak Meski Kehilangan Pemain Kunci!
# Baca Juga :Jelang Duel Panas Lawan China, Patrick Kluivert Pastikan Timnas Indonesia Tampil Percaya Diri di GBK!
# Baca Juga :Sandy Walsh Menyusul Deretan Pemain Absen di Timnas Indonesia, Erick Thohir Serahkan Sepenuhnya ke Tim Pelatih
# Baca Juga :Beckham Putra Dipanggil Timnas Indonesia, Siap Bawa Semangat Juara dari Persib
Belajar dari Insiden Lawan Bahrain: Indonesia Pernah Kena Denda FIFA!
Dalam laga sebelumnya melawan Bahrain, sebagian kecil oknum suporter Indonesia tertangkap melakukan tindakan rasis dan xenofobia. Akibatnya, FIFA menjatuhkan hukuman berat: denda sekitar Rp400 juta dan pengurangan 15% kapasitas penonton pada laga kandang berikutnya.
“Kita harus belajar. Saya sudah berkali-kali bilang, sepak bola bukan tempat untuk diskriminasi, baik kepada lawan dari luar negeri maupun antarsesama bangsa di Liga 1,” tegas Erick Thohir di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin (2/6/2025).
Indonesia Semakin Dikenal Dunia: Suporter Kita Kreatif dan Solid
Erick Thohir juga menyebut, suporter Indonesia kini mendapat perhatian dunia. Di mana pun Garuda bertanding, dukungan langsung di stadion selalu terasa.
Tak hanya nyanyian dan yel-yel semangat, kreativitas suporter Indonesia juga jadi sorotan. Koreografi luar biasa seperti “Gundala vs Godzilla” saat melawan Jepang, hingga “Garuda Raksasa” saat melawan Bahrain memperlihatkan kekuatan emosional suporter Tanah Air.
“Ini yang membuat kita bangga. Tapi itu harus dibarengi sikap saling menghargai dan menjunjung nilai sportivitas,” ucap Erick.







