BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menetapkan perbaikan sanitasi di 10 kelurahan sebagai prioritas utama pada tahun 2025.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), program ini bertujuan meningkatkan sistem pengelolaan air limbah domestik dan pengelolaan sampah secara terintegrasi dengan melibatkan masyarakat.
BACA JUGA: Menjaga Lingkungan, Wali Kota Banjarmasin Instruksikan Pengawasan Limbah Kurban
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, yang membuka sosialisasi program di Hotel Rattan Inn, Rabu (4/6/2025) menyatakan bahwa kelurahan-kelurahan tersebut menjadi fokus karena tingkat pengelolaan sanitasi yang masih perlu ditingkatkan.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan sanitasi tidak hanya berbasis infrastruktur, tetapi juga kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.
Kesepuluh kelurahan yang menjadi prioritas adalah Basirih Selatan, Mantuil, Kelayan Barat, Kelayan Selatan, Kelayan Timur, Tanjung Pagar, Pelambuan, Banua Anyar, serta beberapa wilayah lainnya yang masuk dalam peta prioritas Dinas PUPR.
Selain pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik (SPALD), program ini juga mencakup pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Kelurahan Pangambangan melalui dana DAK.







