“Tantangan terbesar bukan sekadar membangun fasilitas, melainkan bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola limbah secara mandiri,” sambungnya.
Sehingga keberhasilan program ini bergantung pada partisipasi aktif warga, di mana infrastruktur yang di bangun hadalah warisan kebersihan dan kesehatan bagi generasi mendatang.
BACA JUGA: Pemko Banjarmasin Serius Benahi Wajah Kota, Kabel Semrawut Jadi Sasaran Penataan
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Suri Sudarmadiyah, menyampaikan bahwa dalam rangka mendukung target nasional peningkatan akses sanitasi aman sebesar 15% pada tahun 2029, pihaknya terus mengakselerasi pembangunan dan pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik serta pengelolaan sampah.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sanitasi yang baik dan berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan,” tukasnya.
(Kalimantanlive.com/Lina)







