KALIMANTANLIVE.COM – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi kabar mengejutkan: FIFA resmi memperpanjang larangan kehadiran suporter tandang di Liga 1 musim 2025/2026. Keputusan itu diambil setelah insiden terbaru yang kembali mengguncang citra sepak bola Indonesia.
# Baca Juga :Klasemen Akhir Liga 1 2024/2025: Persib Juara, Dewa United Runner-up, Malut United dan Persebaya ke ASEAN
# Baca Juga :RESMI DILEPAS! Thom Haye Jadi Buruan Panas Klub Liga 1, Pulang Kampung Usai Bela Timnas?
# Baca Juga :Prediksi PSS Sleman vs Persija Jakarta: Duel Sengit Bomber Brasil di Pekan 33 BRI Liga 1
# Baca Juga :Jelang Piala Dunia U-17 2025, Timnas U-17 Indonesia Dipastikan Tampil di EPA Liga 1 U-20!
Efek Domino Tragedi Kanjuruhan dan Insiden GBLA
Erick menyebut, awalnya FIFA hanya menjatuhkan hukuman dua tahun pasca Tragedi Kanjuruhan. Namun, evaluasi terbaru yang dilakukan FIFA menyusul insiden suporter masuk ke lapangan saat laga penutupan Liga 1 2024/2025 antara Persib Bandung vs Persis Solo, membuat federasi tertinggi sepak bola dunia itu mengambil langkah tegas.
“Harusnya suporter tetap di tribun saat Persib angkat piala. Tapi kenyataannya tidak. Itu membuat FIFA sangat kecewa,” tegas Erick dalam jumpa pers usai Kongres Biasa PSSI 2025 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (4/6/2025).
Erick: Kita Harus Introspeksi, Bukan Salahkan Klub atau Operator
Menurut Erick, peristiwa tersebut kembali merusak kepercayaan dunia terhadap pengelolaan sepak bola Indonesia. Ia menegaskan bahwa larangan ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan pada klub atau operator liga saja, tetapi harus menjadi bahan introspeksi seluruh pihak, terutama suporter.
“Kita sudah pernah dihukum, dan masih juga terjadi hal seperti ini. Kalau nanti ada korban lagi, siapa yang bertanggung jawab? Kita semua akan berdosa,” ujar Erick dengan nada tegas.
Durasi Larangan Masih Mengambang, Tapi FIFA Tak Main-Main
Meski tidak menyebutkan durasi pasti larangan baru ini, Erick menegaskan bahwa keputusan FIFA sudah final untuk musim 2025/2026.
“Belum tahu sampai kapan. Kita lihat nanti kondisinya. Yang pasti, kita semua harus berbenah,” katanya.
Dampak Bagi Liga dan Suporter
Larangan ini tentu menjadi kabar pahit bagi klub-klub Liga 1 yang selama ini mengandalkan atmosfer panas dari dukungan langsung suporter tandang. Rivalitas yang membakar semangat di tribun akan kembali terbatasi.










