“Kalau hari besar keagamaan memang banyak untungnya, apalagi kalau hari raya Idul Fitri kemarin pendapatan dua kali lipat dari Idul Adha, sekitar Rp 2,5 Juta sampai Rp 3 Juta perhari,” tuturnya.
Namun, suasana berbeda terasa setelah lebaran usai, di mana penjualan mulai sepi kembali, di hari-hari biasa berjualan seperti hari Jumat, Sabtu dan Minggu penghasilan menurun drastis.
BACA JUGA: 10 Kelurahan Jadi Prioritas Perbaikan Sanitasi Pemkot Banjarmasin di Tahun 2025
“Palingan dapat Rp 350 Ribu sampai Rp 400 Ribu perhari,” katanya.
Sehingga, untuk menambah pendapatan, ia juga membuka warung kecil di rumahnya di kawasan Sungai Andai, jika ia harus berjualan di lapak Masjid Jami, maka anaknya yang berjualan di rumah.
“Memang berdagang ini pencarian utama,” tegas Erniati yang menggantungkan kehidupan keluarga pada usaha kecilnya.
(Kalimantanlive.com/Lina)










