KALIMANTANLIVE.COM, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menunjukkan keyakinan tinggi menjelang laga krusial melawan China dalam lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (5/6/2025).
Kemenangan menjadi harga mati bagi skuad Garuda jika ingin menjaga asa lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Meski lawan yang dihadapi bukan sembarangan, Kluivert dengan tegas menyatakan rasa optimisnya.
# Baca Juga :Carlo Ancelotti Resmi Jadi Pelatih Brasil, Rilis Daftar Skuad Pertama untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026
# Baca Juga :Empat Pemain Timnas Indonesia Bawa Status Juara Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026
# Baca Juga :Comeback ke Timnas, Stefano Lilipaly Siap Bantu Indonesia Tundukkan China di Kualifikasi Piala Dunia 2026
# Baca Juga :Timnas Indonesia Ungguli China dalam Nilai Pasar Pemain Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026
“Kalau boleh saya katakan, saya sangat percaya diri,” ucap Kluivert kepada media, Rabu (4/6/2025).
Persiapan Matang Jadi Kunci
Keyakinan mantan striker Barcelona itu bukan tanpa dasar. Ia menilai persiapan Timnas Indonesia kali ini jauh lebih baik dibandingkan saat menghadapi Australia dan Bahrain pada Maret lalu.
“Kami sudah melakukan pemusatan latihan sejak 26 Mei di Bali. Kali ini persiapan jauh lebih matang,” kata Kluivert.
Ia menambahkan bahwa saat itu pemain datang dari klub langsung menghadapi laga berat, sedangkan untuk menghadapi China, mereka punya waktu adaptasi yang cukup dan fisik lebih siap tempur.
Strategi Terasah, Pemain Siap Tempur
Kluivert menekankan bahwa skuadnya telah memahami taktik yang dirancang untuk membongkar pertahanan China.
“Saya mengandalkan para pemain saya untuk mengeksekusi semua yang sudah kami latih,” jelasnya.
Ia menyebut bahwa transisi permainan, penguasaan bola, hingga antisipasi kehilangan bola sudah diasah maksimal dalam sesi latihan.
“Yang paling penting adalah pemain tahu apa yang dilakukan China dan bisa mengatasinya,” ujar pelatih berusia 48 tahun itu.










