MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Usai Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan diskualifikasi terhadap Pasangan Calon GOGO HELO dan AGI SAJA, otomatis pasangan calon selanjutnya merupakan figur baru.
Perubahan figur yang banyak dianggap sebagai penyegaran ternyata juga membawa arah politik baru bagi pandangan-pandangan tokoh di Barito Utara. Salah satunya pada tokoh Dayak Kabupaten Barito Utara, Suria Baya.
Jika sebelumnya Suria Baya getol memperjuangan kubu 01, sekarang jalan politik tokoh penting di Barito Utara ini berubah drastis, setidaknya yang diketahui saat ini Suria Baya lebih memilih untuk netral.
Tokoh Dayak dan pengusaha ternama yang hobi menembak dan berburu ini seakan memilih untuk merekonsiliasi masyarakat yang sebelumnya sempat terbelah.
Ketokohan Suria Baya atau SBY ini bukan karena ia diangkat dengan sensasi-sensasi panjat sosial (Pansos) atau terciprat publikasi media saat kekisruhan, tetapi karena ia memang tokoh terkemuka Dayak yang “membumi” di Barito Utara.
SURIA BAYA MINTA TERPIDANA POLITIK UANG DIRINGANKAN HUKUMANNYA
Suria Baya memohon kepada pemegang otoritas hukum di negeri ini untuk membebaskan saja atau setidaknya meringankan hukuman bagi para terpidana politik uang yang saat ini sedang mendekam di tahanan.
“Kalau saya diberikan kesempatan untuk menyampaikan permintaan permohonan, saya memohon agar mereka semua dibebaskan saja atau dihukum seringan-ringannya,” harap Suria Baya.
Bagi Suria Baya mereka hanyalah korban, sehingga kurang adil apabila mereka yang harus menanggung semua beban pelanggaran politik uang yang terjadi di Kabupaten Barito Utara.
“Saya sukar melawan nurani saya bahwa mereka hanyalah korban,” jelas Suria Baya.
Sekadar info, tahanan politik uang yang telah diputuskan bersalah di Pengadilan Negeri Muara Teweh hingga sekarang masih dipenjara.
SURIA BAYA TIDAK DUKUNG 01?
Shalahuddin dan Felix Sonadie telah mendaftarkan diri maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Barito Utara, Jum’at, 30 Mei 2025 lalu.
Kedatangan bakal pasangan calon Kepala Daerah tersebut ditemani H. Gogo Purman Jaya dan Hendro Nakalelo beserta pemimpin partai pendukung.
Diantara sederet tokoh yang hadir tak terlihat sama sekali sosok tokoh penting Barito Utara Suria Baya dan termasuk tokoh Adat lain yang biasa “pasang badang” di moment-moment penting 01.
Biasanya Suria Baya atau yang biasa dipanggil SBY dan beberapa tokoh Adat akan selalu hadir diantara pendukung Gogo Helo bila menyangkut hal-hal yang penting.
Sebut saja saat penggerebekan politik uang tanggal 15 Maret 2025 lalu, Suria Baya hadir dari siang hingga malam hari ditengah kerumunan massa dan turut melakukan dialog-dialog dengan petinggi setempat.
Ketika pelaku politik uang disidangkan di Pengadilan Negeri Muara Teweh, ia muncul seharian mengamati jalannya persidangan membaur dengan warga masyarakat yang berharap adanya keadilan.
Kini, ketika sudah mendekati moment yang justru sangat menentukan, tokoh Dayak paling berpengaruh ini justru tidak terlihat lagi ditengah para pendukung barisan Gogo Helo, bahkan secara terbuka menyatakan netral.
Maka mulai timbul rumor dan spekulasi adanya keretakan dibarisan politik pendukung Shalahudin dan Felix Sonadie sekarang, dimana ketua tim pemenangannya disebut-sebut dipimpin Gogo Purman Jaya.
Kemarin beredar foto Suria Baya pada sebuah acara, tampak difoto itu Suria Baya mengisyaratkan dua jarinya yang ditafsirkan beberapa pihak sebagai isyarat dukungan untuk Paslon 02.








