“Desa Warukin kami harapkan dapat menjadi role model selanjutnya dan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam hal pengelolaan data statistik yang baik,” ujarnya.
Dilain pihak, Kepala BPS Tabalong, Sigit Purnomo menjelaskan, berbagai kegiatan dan aplikasi yang dibuat di desa yang memiliki kekuatan tersendiri dalam menyediakan data di unit terkecil.
Sehingga BPS hadir melalui program desa cinta statistik agar dapat melakukan pengelolaan dan pemanfaatan data yang dimiliki dengan optimal.
“Membangun tanpa data itu membutuhkan biaya yang luar biasa besar. Jadi untuk membangun data saja juga perlu biaya yang sangat besar,” jelasnya.
Sigit juga berharap dengan adanya pembinaan ini desa mampu melakukan pengelolaan data yang berkualitas agar dalam perencanaan alokasi dana desa bisa tepat sasaran.
Disisi lain, Camat Tanta, Ady Fajar mengatakan, Warukin di tunjuk sebagai Desa Cantik 2025 oleh pihak BPS Tabalong untuk meningkatkan literasi statistik dan pemahaman data di tingkat desa.
“Jadi sebagaimana program pemerintah pusat bahwa ada satu data dan ini merupakan salah satu pelaksanaan dari satu data yang akan dibina oleh pihak BPS,” katanya.







