Bos Serie A: Inter Milan Harus Bangga Meski Kalah dari ‘Klub BUMN’ di Final Liga Champions

KALIMANTANLIVE.COM – Inter Milan kembali harus mengubur mimpi menjadi juara Liga Champions setelah kalah di partai final musim 2024/2025. Namun, CEO Lega Serie A, Luigi De Siervo, meminta para penggemar Inter untuk tetap bangga, karena kekalahan itu datang dari klub dengan dukungan dana yang nyaris tak terbatas.

Dalam laga final Liga Champions 2024/2025, Inter Milan takluk dari Paris Saint-Germain (PSG). Kekalahan ini menjadi deja vu bagi Nerazzurri, yang dua musim sebelumnya juga kalah di final saat melawan Manchester City.

# Baca Juga :Ousmane Dembele Dinobatkan Pemain Terbaik Liga Champions 2024/2025, PSG Sempurna dengan Treble!

# Baca Juga :PSG Juara Liga Champions 2024-2025, Bantai Inter Milan 5-0 di Babak Final

# Baca Juga :Final Liga Champions 2025: Ini Kekuatan Penuh Inter Milan Hadapi PSG di Partai Puncak

# Baca Juga :Final Liga Champions 2025: Ini Prediksi Line-Up Terbaik PSG Hadapi Inter Milan

Bedanya, pada final musim 2022/2023, Inter mampu memberikan perlawanan ketat sebelum akhirnya kalah tipis 0-1. Sementara dalam laga melawan PSG, tim asuhan Simone Inzaghi tampil antiklimaks meski sempat menunjukkan performa mengesankan sepanjang turnamen.

Kalah dari Klub dengan Dana Negara

Menanggapi kekecewaan para tifosi, De Siervo mencoba memberikan sudut pandang berbeda. Ia menyebut bahwa Inter Milan kalah dari dua klub elite Eropa yang didukung langsung oleh negara, alias “klub BUMN”.

“Inter dua kali mencapai final dan hanya kalah dari klub-klub milik negara. Itu hal yang patut dibanggakan,” ujar De Siervo, dikutip dari Football Italia.

“Manchester City adalah milik pemerintah Uni Emirat Arab melalui Abu Dhabi United Group. PSG dimiliki oleh pemerintah Qatar lewat Qatar Sports Investments. Kedua klub itu memiliki kapasitas investasi yang hampir tak terbatas,” jelasnya.

Menurut De Siervo, perbedaan sumber daya inilah yang menjadi tantangan besar bagi klub-klub Italia maupun Eropa lainnya dalam bersaing di level tertinggi.