KALIMANTANLIVE.COM — Ole Romeny kembali mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia. Penyerang berdarah Belanda berusia 24 tahun ini kembali menjadi pahlawan kemenangan Timnas Indonesia usai mencetak satu-satunya gol ke gawang China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis malam (5/6/2025).
Gol tersebut memperpanjang rekor impresif Romeny yang selalu mencetak gol dalam tiga pertandingan pertamanya bersama skuad Garuda. Sebelumnya, pemain yang saat ini membela Oxford United juga sukses menjebol gawang Australia dan Bahrain.
# Baca Juga :Kluivert Yakin Timnas Indonesia Libas China di GBK: “Saya Sangat Percaya Diri!”
# Baca Juga :Jay Idzes Tegaskan Timnas Indonesia Tetap Kompak Meski Kehilangan Pemain Kunci!
# Baca Juga :Jelang Duel Panas Lawan China, Patrick Kluivert Pastikan Timnas Indonesia Tampil Percaya Diri di GBK!
# Baca Juga :Sandy Walsh Menyusul Deretan Pemain Absen di Timnas Indonesia, Erick Thohir Serahkan Sepenuhnya ke Tim Pelatih
Meski Indonesia harus mengakui keunggulan Australia 1-5 di matchday ke-7 Grup C, Romeny tetap mencatatkan namanya di papan skor. Sementara dalam laga melawan Bahrain di kandang, gol tunggalnya memberi kemenangan penting 1-0 dan menjaga asa Indonesia untuk melangkah lebih jauh di kualifikasi.
Lebih dari Sekadar Finisher
Performa luar biasa Romeny menuai pujian dari berbagai pihak, termasuk media internasional ESPN. Dalam ulasannya, ESPN menyebut bahwa kehebatan Romeny bukan semata soal insting mencetak gol, tapi juga kecerdasannya dalam membaca permainan.
“Tiga pertandingan belum cukup untuk memastikan, tapi tanda-tandanya jelas: Romeny bisa menjadi jawaban yang selama ini dicari Timnas Indonesia,” tulis ESPN.
Menurut laporan tersebut, Romeny bukan hanya penyerang yang menunggu bola datang. Ia aktif mencari ruang, bergerak melebar, hingga turun ke lini tengah untuk membuka opsi serangan.
“Melawan China, ia terus bergerak, baik ke sisi lapangan maupun turun ke belakang. Ia memberikan opsi umpan dan menunjukkan keahlian dalam menemukan celah antar lini. Itu adalah kualitas yang tidak bisa diajarkan begitu saja,” lanjut ESPN.







