KALIMANTANLIVE.COM, MAKKAH – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah melaksanakan wukuf di Arafah pada Kamis (5/6/2025). Bahkan jemaah yang dalam kondisi sakit berat dan dirawat di rumah sakit telah dibadalkan (diwakilkan) pelaksanaan ibadahnya.
“Saya pastikan tidak ada satu pun jemaah yang tidak diberangkatkan ke Arafah, kecuali mereka yang dirawat di rumah sakit dan tidak memungkinkan untuk bergerak. Itu pun semuanya sudah dibadalkan,” ujar Nasaruddin saat ditemui di Mina, Jumat (6/6/2025).
# Baca Juga :Prakiraan Cuaca Kalimantan Selatan Sabtu, 7 Juni 2025: Waspadai Hujan Petir di Beberapa Wilayah
# Baca Juga :Hikmah Rekonsiliatif Idul Adha Dari Dandim 1013 Muara Teweh, Imbauan Untuk PSU Barito Utara
# Baca Juga :LDII Tanah Laut Potong 131 Hewan Kurban, Serentak Dilaksanakan Pada 14 Lokasi
# Baca Juga :Momen Hari Raya Idul Adha, Syamsudinoor Ajak Warga Balangan Tumbuhkan Semangat Berbagi
Ia menjelaskan, pemerintah juga menyediakan fasilitas safari wukuf bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun jemaah dengan kondisi kesehatan terbatas. Mereka tetap mengikuti wukuf di Arafah meski dari dalam bus yang ber-AC, tanpa harus turun dan masuk ke tenda.
“Semua jemaah sudah diberangkatkan ke Arafah, dan hari ini mereka sudah masuk ke Mina sebelum tengah hari. Alhamdulillah,” ucap Menag.
Ia juga mengapresiasi pemerintah Arab Saudi yang memberikan sejumlah dispensasi dan dukungan logistik, sehingga seluruh jemaah bisa mengikuti rangkaian ibadah haji dengan lancar. Meski sempat ada insiden jemaah yang salah masuk tenda, kondisi seluruh jemaah dipastikan aman dan sudah menempati tenda berpendingin udara.
“Yang penting jemaah aman dulu, makan, istirahat di tenda ber-AC, dan setelah itu melanjutkan prosesi melempar jumrah,” tambahnya.
Menag juga mengimbau jemaah untuk tetap berada di dalam tenda pada siang hari guna menghindari paparan suhu ekstrem yang bisa mencapai 50 derajat Celsius. Ia berharap tidak terjadi lonjakan kasus jemaah yang sakit maupun meninggal dunia di akhir masa puncak haji.









