HINDARI KEHANCURAN PARAH! Thailand-Kamboja Sepakat Redakan Ketegangan Usai Kontak Senjata Maut

KALIMANTANLIVE.COM – Ketegangan memanas kembali di perbatasan Thailand dan Kamboja setelah bentrokan bersenjata pada 28 Mei 2025 lalu menewaskan seorang tentara Kamboja. Insiden itu memicu kekhawatiran akan kembalinya konflik berdarah di wilayah yang telah lama disengketakan.

Namun, di tengah bayang-bayang eskalasi militer, kedua negara akhirnya sepakat untuk menyesuaikan posisi pasukan di sepanjang perbatasan guna meredakan ketegangan.

# Baca Juga :COVID-19 Menggila Lagi di Thailand: Kematian Meningkat, Sekolah Tutup, dan Varian Baru Mengintai!

# Baca Juga :Banjarbaru Jadi Tuan Rumah IGC 2025, Juara Berpeluang Tampil di Thailand

# Baca Juga :Tembakan Pecah di Perbatasan! Thailand dan Kamboja Terlibat Baku Tembak, 1 Tentara Tewas

# Baca Juga :MULAI HARI INI! TKI Dilarang Bekerja di Thailand, Myanmar, dan Kamboja: Ini Alasannya

Pertemuan Dua Negara Berbuah Positif, Ketegangan Diturunkan

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra menyatakan, pembicaraan intensif antara Bangkok dan Phnom Penh telah membuahkan hasil positif. Kedua negara akan melakukan reorganisasi posisi pasukan di perbatasan guna menghindari konfrontasi lanjutan.

“Kami mencapai titik terang. Diskusi lanjutan akan digelar pada Sabtu, 14 Juni 2025,” ujar Paetongtarn seperti dilansir dari AFP, Minggu (8/6/2025).

Kementerian Pertahanan Kamboja juga menegaskan komitmen serupa, dengan menyebut bahwa militer kedua negara telah bertemu dan sepakat untuk mengembalikan kekuatan ke posisi awal demi menurunkan tensi konflik.

Perbatasan Berdarah, Jejak Konflik Tak Pernah Sepi

Ketegangan di perbatasan Thailand-Kamboja sepanjang 817 kilometer bukanlah hal baru. Wilayah yang dijuluki Segitiga Zamrud, tempat pertemuan Thailand, Kamboja, dan Laos, menjadi titik panas sejak pertama kali dipetakan oleh kolonial Perancis pada 1907.

Sejak 2008, konflik bersenjata sporadis telah menyebabkan sedikitnya 28 korban jiwa di perbatasan. Insiden terakhir pada Mei lalu kembali membuka luka lama yang belum benar-benar sembuh.

Thailand Perketat Akses, Wisata dan Perdagangan Dibatasi

Sebelum kesepakatan tercapai, militer Thailand sempat mengambil alih kendali penuh terhadap semua jalur lintas batas pada Sabtu (7/6/2025), dengan alasan keamanan nasional.

Penyeberangan di jalur tersibuk, Aranyaprathet–Poipet, ditutup untuk wisatawan. Jalur ini dikenal sebagai akses favorit warga Thailand menuju kasino-kasino di Kamboja.

Hanya warga dengan kepentingan kerja dan perdagangan yang diizinkan melintas. Sementara itu, enam pos pemeriksaan lainnya dibatasi jam operasionalnya dan melarang kendaraan besar roda enam.

“Perdagangan tidak terganggu. Pekerja Kamboja masih diizinkan masuk,” tegas militer Thailand dalam pernyataan resminya.

Dari Senjata ke Diplomasi: Mampukah Perdamaian Dijaga?

Meski kesepakatan penyesuaian pasukan telah tercapai, bayang-bayang konflik belum sepenuhnya hilang. Dengan sejarah panjang perebutan wilayah dan sentimen nasionalisme yang tinggi, stabilitas kawasan tetap rapuh.

Pertemuan lanjutan pada 14 Juni mendatang menjadi momen krusial. Dunia menanti apakah Thailand dan Kamboja mampu menyudahi ketegangan berkepanjangan di Segitiga Zamrud atau justru kembali terseret ke jurang konflik bersenjata.

(kalimantanlive.com/berbagai sumber)

editor : TRI