Errol Musk: “Anakku Stres… Trump Akan Menang”
Di tengah memanasnya hubungan dua tokoh dunia ini, Errol Musk, ayah Elon, turut buka suara. Dalam wawancaranya dengan media Rusia, Izvestia, saat berkunjung ke Moskwa, Errol menyebut bahwa Elon berada dalam tekanan besar.
“Dia lelah. Dia stres. Mereka berdua berada dalam tekanan sangat besar selama lima bulan terakhir,” ujar pria 79 tahun itu.
Lebih mengejutkan, Errol dengan gamblang menyatakan keyakinannya bahwa Trump akan kembali menang dan berharap konflik ini tidak diperbesar oleh publik.
Trump Beri Peringatan Keras: “Akan Ada Konsekuensi Serius”
Perseteruan ini memuncak pada Sabtu (7/6/2025), saat Trump menyatakan bahwa hubungannya dengan Elon Musk telah berakhir. Ia bahkan memperingatkan bahwa akan ada “konsekuensi serius” jika Musk ketahuan mendanai kandidat dari Partai Demokrat yang menjadi lawan politik Partai Republik.
“Akan ada konsekuensi serius,” kata Trump tegas.
Sebagai catatan, Musk sebelumnya merupakan pendukung utama kampanye Trump 2024, dan menjabat posisi strategis dalam kabinet efisiensi fiskal AS.
Drama Dua Raksasa Dunia yang Tak Lagi Sejalan
Apa yang awalnya tampak sebagai kolaborasi dua tokoh brilian kini berubah menjadi drama politik yang sarat sindiran, ancaman, dan tudingan personal. Apakah ini sekadar konflik kepentingan? Ataukah ada pertarungan ideologis yang lebih besar di balik layar?
Yang jelas, dunia sedang menyaksikan pertarungan dua sosok paling berpengaruh abad ini—Donald Trump vs Elon Musk—dan ceritanya tampaknya baru saja dimulai.
(kalimantanlive.com/berbagai sumber)
editor : TRI







