Donald Trump vs Elon Musk: Tudingan Narkoba, Ancaman Politik, dan Perseteruan yang Makin Mendidih

KALIMANTANLIVE.COM – Hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pendiri Tesla sekaligus CEO SpaceX, Elon Musk, kini benar-benar berada di titik nadir. Tak hanya perang kata di ruang publik, isu sensitif seperti dugaan penggunaan narkoba pun ikut diseret dalam drama politik tingkat tinggi ini.

Trump Pertanyakan Mental Musk: Terkait Narkoba?

Mengutip laporan CNN pada Jumat (6/6/2025), seorang sumber internal Gedung Putih menyebut bahwa Presiden Trump sempat mempertanyakan secara serius apakah sikap Elon Musk belakangan ini—yang penuh serangan terhadap pemerintah—berkaitan dengan penggunaan zat terlarang.

# Baca Juga :Wakil Rektor Universitas Dharma Agung Jadi Tersangka Pengeroyokan: Dugaan Kriminalisasi hingga Kisruh Dualisme Kampus

# Baca Juga :Cristiano Ronaldo Akhiri Rumor: “Saya Tetap di Al Nassr!”

# Baca Juga :HEBOH Kapal Bernama JKW dan Iriana di Raja Ampat, Ada Apa di Balik Tambang Nikel?

# Baca Juga :Jepang vs Indonesia: Bukan Soal Menang, Tapi Ujian Kematangan Tim Garuda Jelang Putaran Keempat

“Trump bertanya kepada para pembantunya apakah perilaku Elon dalam 48 jam terakhir ada hubungannya dengan narkoba,” ungkap sumber tersebut.

Bahkan menurut laporan The Washington Post, Trump sempat menyebut Musk secara pribadi sebagai “pecandu berat narkoba”, menyiratkan kekesalan mendalam terhadap eks koleganya itu.

Elon Musk Akui Konsumsi Ketamine, Sering Bawa Obat Stimulan

Dugaan ini tak muncul tanpa dasar. Elon Musk sebelumnya pernah secara terbuka menyatakan bahwa dirinya mengonsumsi ketamine dalam dosis kecil, berdasarkan resep dokter, untuk mengatasi gangguan suasana hati.

The New York Times melaporkan bahwa penggunaan ketamine itu bahkan memengaruhi kesehatan Musk, termasuk munculnya masalah pada kandung kemih.

Lebih lanjut, Musk juga dikabarkan sering membawa kotak berisi pil Adderall, obat stimulan yang biasa diresepkan untuk penderita ADHD. Namun, apakah penggunaan itu disalahgunakan? Belum ada pernyataan resmi.

Trump: “Saya Tidak Ingin Berkomentar… Saya Bahkan Tak Memikirkan Elon”

Saat ditanya langsung oleh wartawan CNN, Trump tampak berhati-hati.

“Saya tidak ingin berkomentar tentang itu. Saya tidak tahu,” jawabnya singkat, Jumat pagi.

Namun, beberapa jam kemudian di Air Force One, Trump melontarkan sindiran tajam yang menyiratkan potensi langkah politis terhadap bisnis Musk:

“AS bisa bertahan tanpa siapa pun… kecuali saya,” ucapnya, sambil menyebut itu sebagai lelucon dengan makna dalam.

Pecahnya Persahabatan: Dari Kunci Emas ke Kata “Keji dan Menjijikkan”

Awal keretakan ini dimulai sejak Musk mengundurkan diri dari posisi Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), jabatan yang diberikan langsung oleh Trump setelah pemilu 2024.

Sebelumnya, Trump bahkan memberikan “kunci emas” sebagai simbol penghargaan kepada Musk.

Namun, semua itu runtuh seketika pada Kamis (5/6/2025), saat Musk melontarkan kritik keras terhadap RUU anggaran usulan pemerintahan Trump, menyebutnya sebagai “keji dan menjijikkan” melalui akun media sosial pribadinya.