Ia juga menekankan bahwa penguatan pendidikan sejarah lokal dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk kesadaran sosial dan semangat nasionalisme anak muda, sekaligus menjadi benteng menghadapi arus globalisasi yang kerap mengikis nilai-nilai budaya.
“Kita ingin generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki jati diri dan kebanggaan terhadap daerahnya,” pungkas Saiful.
(Kalimantanlive.com/Kamil)










