Markas Gangster Dulis Digerebek di Bogor, Buronan Kasus 2023 Ikut Diciduk!

BOGOR, KALIMANTANLIVE.COM – Polisi berhasil membongkar markas kelompok gangster Dukuh Lieur Street atau Dulis di kawasan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Tak hanya menemukan pesta miras dan senjata tajam, aparat juga menciduk seorang buronan kasus pencurian sejak 2023!

Penggerebekan berlangsung dramatis pada Minggu malam (8/6/2025). Delapan remaja, termasuk dua perempuan, digerebek saat tengah berpesta minuman keras di sebuah kontrakan yang diduga menjadi basecamp geng Dulis.

# Baca Juga :Fakta Mengejutkan Kapal JKW dan Dewi Iriana: Benarkah Terkait Tambang Nikel di Raja Ampat?

# Baca Juga :Donald Trump vs Elon Musk: Tudingan Narkoba, Ancaman Politik, dan Perseteruan yang Makin Mendidih

# Baca Juga :Wakil Rektor Universitas Dharma Agung Jadi Tersangka Pengeroyokan: Dugaan Kriminalisasi hingga Kisruh Dualisme Kampus

# Baca Juga :Cristiano Ronaldo Akhiri Rumor: “Saya Tetap di Al Nassr!”

Ditemukan Sajam Disembunyikan di Bawah Kasur

Kepala Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Rizaldi, menjelaskan bahwa dari penggerebekan tersebut polisi menyita tiga senjata tajam yang diduga kerap digunakan dalam aksi tawuran.

“Senjata tajam itu disembunyikan di bawah kasur. Kami menduga kuat, alat ini digunakan dalam sejumlah bentrokan antar kelompok remaja,” kata Aji saat konferensi pers, Senin (9/6/2025).

Salah Satu Tersangka Ternyata Buronan Sejak 2023

Dari delapan orang yang ditangkap, satu nama langsung mencuri perhatian. Dia adalah F (20 tahun), remaja pria yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak dua tahun lalu.

“F terlibat kasus pencurian dan penggelapan yang dilaporkan ke Polsek Bogor Selatan sejak 2023. Saat ini, kami sedang mendalami keterlibatannya lebih lanjut,” ujar Aji.

Potensi Ancaman Serius bagi Keamanan Kota

Menurut AKP Aji Rizaldi, kelompok gangster Dulis bukan sekadar geng remaja iseng. Dari hasil penyelidikan, Dulis berpotensi menjadi kelompok embrio kekerasan yang bisa menciptakan kerawanan baru di wilayah Bogor.

“Kelompok ini bisa berkembang menjadi kekuatan yang meresahkan. Apalagi mereka sudah mulai berani menyimpan sajam dan terlibat dalam pesta miras,” ungkapnya.