Pemprov Kalsel Evaluasi Kinerja Kabupaten/Kota dalam Penanganan Stunting 2025

Ia mengapresiasi daerah-daerah yang menunjukkan tren penurunan prevalensi stunting, menandakan adanya keseriusan pemerintah daerah dalam menangani isu ini.

“Delapan aksi konvergensi menjadi panduan penting agar intervensi sampai ke sasaran. Dibutuhkan komitmen dari seluruh tahapan — perencanaan, anggaran, pelaksanaan hingga evaluasi,” katanya.

BACA JUGA: Hadapi Musim Kemarau 2025, Pemprov Kalsel Matangkan Strategi Ketahanan Pangan

Penilaian ini tidak hanya mengevaluasi capaian angka, tapi juga menggali praktik-praktik baik yang dapat direplikasi oleh daerah lain untuk mempercepat penurunan angka stunting.

Farhanie juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak — pemerintah, sektor swasta, media, dan masyarakat — dalam upaya bersama menurunkan stunting.

“Dengan kolaborasi dan semangat gotong royong, kita optimis bisa mempercepat penurunan stunting di Kalsel,” harapnya.

Pada hari kedua, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan menghadirkan enam kabupaten/kota lainnya: Tapin, Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara (HSU), Hulu Sungai Tengah (HST), dan Hulu Sungai Selatan (HSS).

Sumber: MC Kalsel