“Ketiga sapi itu menunjukkan kondisi hati yang tidak normal, warnanya berubah dan teksturnya mengeras,” tambah Annang.
Menurutnya, infeksi ini umumnya dipicu oleh kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik serta pakan yang tercemar, seperti rumput yang tumbuh di daerah lembab atau rawa yang menjadi habitat larva cacing hati.
BACA JUGA: Ketua TP Posyandu Kalsel Sosialisasikan 6 SPM di Rumah KIA Banjarmasin
Meski demikian, drh Annang menegaskan bahwa daging dari sapi yang terinfeksi tetap aman untuk dikonsumsi, selama bagian hati yang rusak dibuang dan tidak dikonsumsi.
“Kami sudah mengingatkan panitia kurban untuk memusnahkan organ hati yang terinfeksi, daging lainnya masih bisa dikonsumsi, asalkan dimasak dengan benar,” tukasnya.
Ia juga menambahkan bahwa infeksi cacing hati tidak menular ke manusia, namun konsumsi organ yang terkontaminasi bisa menimbulkan gangguan pencernaan seperti mual dan diare.
Sehingga DKP3 Kota Banjarmasin akan terus meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat, terutama dalam hal pemeliharaan kebersihan kandang serta pemberian pakan yang sehat, demi menjamin kualitas hewan kurban yang layak dikonsumsi oleh masyarakat.
(Kalimantanlive.com/Lina)







