Menurutnya, masyarakat bisa mencontoh kebiasaan para ibu rumah tangga zaman dulu yang membawa tas belanja sendiri ke pasar dan menggunakan wadah non-plastik saat mengadakan acara keluarga.
“Dulu, di resepsi pernikahan pun air minum disediakan pakai gelas kaca. Awalnya memang terasa repot, tapi kalau sudah terbiasa justru terasa lebih nyaman dan ramah lingkungan,” ungkap politisi Partai Golkar ini.
BACA JUGA: Api Mengamuk di Desa Kupang, Dua Rumah Warga Hangus Terbakar
Nanang menegaskan, plastik sekali pakai memang tampak ringan dan praktis, namun efeknya terhadap lingkungan sangat besar. Sampah plastik sulit terurai dan berpotensi mencemari tanah maupun air dalam jangka panjang.
“Inilah alasan mengapa DLH perlu rutin menyosialisasikan dampak buruk sampah plastik. Kalau masyarakat paham bahayanya, kesadaran akan tumbuh,” tegas wakil rakyat dari Dapil Katingan III, yang meliputi Kecamatan Katingan Tengah hingga Bukit Raya.
Sumber: Neo Nusantara







