LOS ANGELES, KALIMANTANLIVE.COM – Pemandangan bendera Meksiko yang berkibar di tengah kerusuhan Los Angeles memicu kontroversi dan memperdalam ketegangan politik di Amerika Serikat. Aksi unjuk rasa selama lima hari berturut-turut itu berlangsung sebagai bentuk protes terhadap penggerebekan imigrasi oleh otoritas federal.
Bagi para demonstran, bendera Meksiko adalah simbol kebanggaan terhadap warisan budaya dan solidaritas terhadap komunitas migran yang terancam deportasi. Namun, bagi pemerintahan Presiden Donald Trump dan para pendukungnya, bendera itu justru dianggap sebagai simbol “invasi asing” yang mengancam identitas nasional AS.
# Baca Juga :Kerusuhan di Lapas Nabire, Dirjenpas Langsung Sambangi Petugas Lapas yang Terluka
# Baca Juga :Suporter Makin Beringas! 5 Kerusuhan Sepak Bola Indonesia Sepanjang 2025, Lemparan Batu hingga Pelatih Terluka!
# Baca Juga :VIRAL Kerusuhan di Blora, Polisi Ungkap Penyebab dari Minuman Keras hingga Keseruan Dangdutan
# Baca Juga :Dikawal Polisi, Pemimpin Partai Garis Keras Swedia Bakar Alquran, Kerusuhan Pecah di Berbagai Tempat
Bendera Meksiko Jadi Sorotan di Tengah Aksi Panas
Di tengah-tengah bentrokan yang terjadi antara demonstran dan aparat, bendera Meksiko terlihat berkibar tinggi—menciptakan potret dramatis yang segera dimanfaatkan oleh Trump dan pejabat Gedung Putih untuk menguatkan narasi perlunya pengerahan militer ke kota tersebut.
“Satu-satunya bendera yang akan berkibar penuh kemenangan di jalanan Los Angeles adalah bendera Amerika. Tuhan, tolonglah saya,” ujar Trump saat berpidato di hadapan pasukan militer di Fort Bragg, North Carolina, sebagaimana dilaporkan AFP pada Rabu (11/6/2025).
Narasi “Invasi” dan Respon Keras dari Pemerintah
Pernyataan Trump tersebut diperkuat oleh penasihat seniornya, Stephen Miller, yang menuliskan, “Lihatlah semua bendera asing itu. Los Angeles adalah wilayah pendudukan,” di akun X miliknya, menyertai video demonstrasi.
Narasi ini dianggap sebagai upaya pemerintah memperkuat dukungan atas kebijakan imigrasi yang lebih ketat, termasuk pengerahan ribuan personel keamanan untuk mengendalikan situasi.
Namun, para pakar menilai pengibaran bendera asing bukanlah tindakan melanggar hukum. Amandemen Pertama Konstitusi AS menjamin kebebasan berbicara, termasuk hak untuk mengibarkan bendera negara lain sebagai bentuk ekspresi politik.
Simbol Historis Perlawanan dan Identitas Budaya
Penggunaan bendera Meksiko dalam aksi protes di Los Angeles bukanlah hal baru. Pada 1994, simbol yang sama digunakan dalam demonstrasi menolak undang-undang yang berusaha membatasi akses layanan publik bagi imigran tanpa dokumen, termasuk pendidikan dan layanan kesehatan.
Menurut Mike Madrid, seorang ahli strategi Partai Republik berdarah Meksiko, bendera ini kini telah menjadi simbol perlawanan terhadap kebijakan anti-imigran. Namun, ia juga mencatat bahwa komunitas Latino di AS tengah mengalami pergeseran identitas politik.
Paradoks Politik: Latino dan Dukungan untuk Trump
Madrid menyebut bahwa banyak warga Latino yang lahir di AS kini lebih mengidentifikasi diri sebagai pemilih kelas pekerja daripada bagian dari kelompok etnis yang terpinggirkan. Inilah yang menurutnya membantu Trump meraih dukungan signifikan dari komunitas Latino dalam Pemilu 2024.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa serangan terhadap kelompok imigran tanpa dokumen bisa menyatukan kembali solidaritas dalam komunitas ini.
“Suara komunitas Latino tidak akan pernah terkoordinasi dengan baik kecuali mereka merasa diserang,” jelas Madrid.







