“Rapid test menunjukkan tanda-tanda infeksi. Harimau sempat muntah dan mengalami buang air besar berdarah pada pagi hari sebelum meninggal,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (12/6/2025).
Selama masa perawatan, tim medis telah memberikan penanganan maksimal, termasuk menyesuaikan kandang agar harimau bisa lebih nyaman.
Namun, kondisi fisiknya terus menurun. Harimau tersebut bahkan tidak lagi menyentuh makanan, termasuk seekor kambing hidup yang diberikan sebagai pakan.
BACA JUGA: DWP Gelar Penyuluhan “Ayo Makan Ikan” untuk Dukung Kesehatan Keluarga dan Kecerdasan Anak
“Beberapa organ vitalnya mulai terganggu akibat infeksi dan trauma fisik yang berat. Kami telah berupaya semaksimal mungkin sejak evakuasi hingga perawatan, tetapi luka yang terlalu serius membuat kami tak bisa menyelamatkannya,” tambah Agung.
Harimau malang ini ditemukan dalam kondisi sangat lemah, diperkirakan sudah terjerat selama 3 hingga 4 hari sebelum berhasil dievakuasi.







