BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Seekor harimau sumatera jantan berusia sekitar 5–6 tahun yang sebelumnya diselamatkan dari jerat di kawasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Desa Suo-Suo, Kabupaten Tebo, Jambi, akhirnya meninggal dunia.
Satwa dilindungi itu mengembuskan napas terakhirnya di Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi setelah menjalani perawatan intensif selama 28 hari.
Harimau tersebut mengalami luka parah akibat jerat sling baja yang melilit kaki depan kirinya.
Luka itu menyebabkan infeksi berat hingga hampir membuat kakinya harus diamputasi. Bahkan, jeratan tersebut sempat menembus tulang dan memutus aliran darah ke bagian bawah kakinya, termasuk jari-jarinya.
Kepala Balai KSDA Jambi, Agung Nugroho, menjelaskan bahwa selain luka fisik, harimau juga diduga terinfeksi virus panleukopenia—virus yang menyebabkan muntah dan diare berdarah.










