SINGAPURA, KALIMANTANLIVE.COM – Dunia penerbangan Asia Tenggara kembali diguncang! Maskapai berbiaya rendah asal Singapura, Jetstar Asia, resmi mengumumkan akan menghentikan seluruh operasionalnya pada 31 Juli 2025. Langkah ini diambil setelah perusahaan tidak mampu lagi menahan laju kerugian akibat biaya operasional yang melonjak dan persaingan pasar yang semakin ketat.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari BBC, Rabu (11/6/2025), disebutkan bahwa lebih dari 500 karyawan Jetstar Asia akan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) seiring dengan penutupan maskapai ini. Situasi ini terjadi karena beban operasional yang terus meningkat, seperti kenaikan harga pemasok, biaya bandara yang mahal, dan tekanan kompetitif dari maskapai lain di kawasan Asia.
# Baca Juga :Air New Zealand Jadi Maskapai Teraman di Dunia, Bagaimana dengan Indonesia?
# Baca Juga :Garuda Indonesia Raih Penghargaan Internasional sebagai Maskapai Tepat Waktu di Dunia 2023
# Baca Juga :Sasar Wisatawan, Maskapai AirAsia Buka Tiga Rute Baru Ini Mulai Juli 2022
# Baca Juga :Sri Lanka Kehabisan Bensin, Tak Bisa Impor karena Tak Punya Dollar, Maskapai Dijual & Pegawai Tak Digaji
Penumpang Dijamin, Tiket Akan Dikembalikan
Menanggapi penutupan ini, pihak Jetstar Asia memastikan bahwa seluruh penumpang yang telah membeli tiket untuk penerbangan setelah 31 Juli akan dihubungi langsung oleh maskapai. Penumpang akan diberikan pilihan berupa:
Pengembalian dana (refund) penuh
Pemindahan ke penerbangan alternatif yang dioperasikan oleh grup induknya, Qantas Group
Jetstar Asia juga mengimbau pelanggan yang melakukan pembelian tiket melalui agen perjalanan atau maskapai lain untuk segera menghubungi pihak penyedia tiket mereka.
Dampak Penutupan: 16 Rute di Asia Terhenti
Penutupan Jetstar Asia akan berdampak pada setidaknya 16 rute penerbangan yang selama ini menghubungkan Singapura dengan sejumlah negara tetangga, termasuk:
Indonesia
Malaysia
Filipina
Beberapa penerbangan populer seperti rute Singapura–Jakarta, Singapura–Surabaya, dan Singapura–Kuala Lumpur termasuk yang akan terhenti sepenuhnya mulai Agustus 2025.
Persaingan Ketat, Jetstar Asia Tak Bertahan
Jetstar Asia pertama kali diluncurkan pada tahun 2004, sebagai bagian dari strategi Qantas untuk merambah pasar penerbangan murah di Asia. Namun, dalam dua dekade terakhir, maskapai ini harus berhadapan dengan kompetitor agresif seperti AirAsia dan Scoot yang mendominasi pasar.
Menurut Kepala Eksekutif Jetstar Group, Stephanie Tully, pihaknya akan tetap berkomitmen mendukung para karyawan terdampak.
“Kami memiliki tim luar biasa yang telah memberikan layanan pelanggan terbaik di kelasnya. Fokus kami kini adalah mendukung mereka melalui proses ini dan membantu mereka menemukan peran baru di industri penerbangan,” ujar Tully.







