MAKKAH, KALIMANTANLIVE.COM – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, angkat suara menanggapi isu liar yang menyebut adanya pungutan liar (pungli) kepada jemaah haji lansia yang mengikuti program Safari Wukuf 2025. Dengan tegas, ia membantah kabar tersebut dan menyebut informasi itu tidak benar sama sekali.
“Isu bahwa ada pungutan dalam safari wukuf itu tidak benar. Kami sudah klarifikasi langsung bersama Dirjen dan pihak terkait,” ujar Nasaruddin saat memberikan keterangan pers di Makkah, Rabu (11/6/2025).
# Baca Juga :Jetstar Asia Gulung Tikar Akhir Juli 2025, Tiket Penumpang Dijamin Dikembalikan
# Baca Juga :Waspadai Badai Petir dan Hujan Lokal di 13 Wilayah Kalimantan Selatan, Kamis 12 Juni 2025
# Baca Juga :Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Salip Korea Utara, Cuma Selangkah Lagi Kejar Vietnam!
# Baca Juga :Los Angeles Mencekam! Penjarahan dan Vandalisme Meningkat, Jam Malam Diterapkan
Pungutan Terjadi Bukan untuk Safari Wukuf
Nasaruddin menjelaskan, memang terdapat jemaah yang menitipkan sejumlah uang kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), namun bukan dalam konteks Safari Wukuf. Uang tersebut digunakan untuk keperluan lain yang disepakati secara pribadi antara jemaah dan KBIH, termasuk paket badal haji.
“Badal haji itu memang ada biayanya. Mulai dari umrah wajib, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga tawaf ifadah dan lempar jumrah. Itu diatur oleh KBIH, bukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH),” jelasnya.
Inspektorat Kemenag Turun Tangan
Untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama telah diterjunkan ke lapangan untuk mengecek langsung laporan tersebut. Hasilnya: tidak ditemukan pungutan dari petugas kepada jemaah Safari Wukuf.
“Inspektorat kami sudah menelusuri. Bahkan nama-nama yang disebut dalam laporan pun telah kami klarifikasi. Hasilnya, isu itu tidak berdasar dan sudah kami tuntaskan,” tegas Menag.







