BERI KOMPENSASI! Pesawat Air India Jatuh, Tata Group Gelontorkan Rp 1,9 Miliar Tiap Keluarga Korban Tewas

KALIMANTANLIVE.COM – Dunia penerbangan kembali berduka. Sebuah pesawat milik maskapai Air India, AI171, mengalami kecelakaan tragis di Ahmedabad, India, pada Kamis (12/6/2025) siang waktu setempat. Menanggapi insiden memilukan ini, perusahaan induk Air India, Tata Group, langsung mengumumkan pemberian kompensasi sebesar Rs 1 crore atau sekitar Rp 1,9 miliar kepada keluarga korban tewas.

Pesawat nahas berjenis Boeing 787-8 Dreamliner itu tengah melakukan penerbangan menuju Gatwick, London, dengan membawa 242 penumpang, termasuk dua pilot dan sepuluh awak kabin. Tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel pukul 13.39 IST, pesawat itu dilaporkan jatuh dan terbakar hebat.

# Baca Juga :Klarifikasi Kemenhan Terkait RI Dikabarkan Beli 48 Jet Tempur Siluman KAAN dari Turki

# Baca Juga :UPDATE Pesawat Air India Jatuh! Misteri Kursi 11A: Selamatnya Ramesh dari Maut di Tengah Ledakan

# Baca Juga :Pesawat Air India Jatuh! Jenazah Korban Gosong dan Masih Terikat Sabuk, Identitas Sulit Dikenali

# Baca Juga :Google Bawa AI Gemini ke Google Docs Android, Edit Dokumen Kini Lebih Praktis

“Tidak ada kata-kata yang dapat mengungkapkan kesedihan yang kami rasakan saat ini. Pikiran dan doa kami menyertai keluarga yang telah kehilangan orang-orang tercinta, serta mereka yang sedang berjuang pulih dari luka-luka,” ungkap Ketua Tata Group, N Chandrasekaran, dalam pernyataan resmi dikutip dari The Economic Times, Jumat (13/6/2025).

Selain santunan kepada keluarga korban jiwa, Tata Group juga berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan korban luka-luka. Tak hanya itu, mereka juga akan membantu proses rekonstruksi asrama mahasiswa BJ Medical College yang turut hancur dalam insiden tersebut.

Detik-Detik Mencekam Jatuhnya Pesawat

Menurut keterangan Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA), pesawat yang dikomandoi oleh Kapten Sumeet Sabharwal dan Perwira Pertama Clive Kundar sempat mengirimkan panggilan darurat (MAYDAY) kepada menara pengawas (ATC) sesaat setelah lepas landas. Namun, tak ada komunikasi lanjutan yang diterima sebelum pesawat jatuh.

“Pesawat terlihat mengeluarkan asap hitam pekat saat jatuh di luar batas bandara,” ungkap pernyataan resmi DGCA.

Segera setelah kecelakaan terjadi, tim penyelamat dari berbagai instansi dikerahkan. Tiga tim National Disaster Response Force (NDRF) dengan total 90 personel diturunkan dari Gandhinagar. Bantuan tambahan juga dikirim dari Vadodara.