Ahli Atmosfer: Cuaca Bukan Penyebab
Di tengah spekulasi, Profesor Paul Williams, ahli atmosfer dari Universitas Reading, membantah cuaca sebagai penyebab insiden.
“Saat itu langit cerah, kering, dan berangin sepoi-sepoi. Suhu sekitar 40°C tapi tidak ada tanda-tanda turbulensi atau cuaca buruk,” jelasnya.
Hal serupa diungkapkan Prof John McDermid, Ketua Keselamatan di Universitas York dan Lloyd’s Register. Ia menyatakan kecelakaan ini sangat mengejutkan karena terjadi sebelum pesawat mencapai 200 meter.
“Biasanya pilot bisa membatalkan lepas landas hingga cukup akhir. Ini tampaknya terjadi sangat tiba-tiba dan terlalu serius untuk dikendalikan,” ujarnya.
Investigasi Masih Berlangsung
Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India saat ini masih mengumpulkan data dari kotak hitam dan saksi mata. Belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan yang merenggut nyawa seluruh 242 penumpang dan awak tersebut.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







