AHMEDABAD, KALIMANTANLIVE.COM – Tragedi jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad, India, pada Kamis (12/6/2025), menyisakan duka yang begitu mendalam. Dari total 242 orang di dalam pesawat, seluruh penumpang dinyatakan tewas, sebagian dengan kondisi jenazah sangat mengenaskan dan sulit dikenali.
Jenazah-jenazah yang tiba di Pusat Trauma Rumah Sakit Umum Ahmedabad mengalami luka bakar sangat parah, membuat proses identifikasi menjadi nyaris mustahil. Bahkan, beberapa di antaranya masih terikat sabuk pengaman, seolah memberi gambaran betapa cepat dan dahsyatnya insiden ini terjadi.
# Baca Juga :Viral, Video Penumpang Pesawat Jatuh di Kazakhstan Selamat dengan Bertakbir dan Bersyahadat
# Baca Juga :AJAIB! Pesawat Jatuh, 3 Anak & 1 Balita Selamat Setelah 40 Hari Hilang di Hutan Belantara Kolombia
# Baca Juga :Tragedi Mengerikan di Saldanha Airshow! Pesawat Tempur Impala Jatuh dan Meledak, Pilot Tewas di Tempat
# Baca Juga :4 Fakta Jatuhnya Pesawat TNI AU Super Tucano di Pasuruan, dari Tabrak Awan hingga 4 Perwira Gugur
“Wajah mereka hangus, kulit mereka terbakar parah. Kami bahkan kesulitan membuka saku untuk mencari identitas karena sabuk pengaman masih terpasang,” ungkap Dr. Pranjal Modi, Direktur Trauma Center Ahmedabad, seperti dikutip dari Indian Express.
Kobaran Api Menghanguskan Pesawat dan Harapan
Pesawat jenis Boeing 787-8 Dreamliner ini mengangkut penumpang dari berbagai negara, termasuk India, Inggris, Kanada, dan Portugal. Saat hendak menuju London, baru beberapa menit lepas landas dari Runway 23 Bandara Ahmedabad, pilot sempat mengirim sinyal darurat “Mayday” — namun setelah itu, kontak terputus dan pesawat menghantam permukiman padat penduduk.
Dalam waktu singkat, pesawat menghujam asrama mahasiswa kedokteran BJ Medical College dan ruang makan kampus. Api besar membubung, dan asap hitam pekat menutupi langit Ahmedabad siang itu.
“Beberapa bagian pesawat bahkan tersangkut di atap bangunan,” lapor Times of India, menunjukkan betapa kerasnya dampak ledakan tersebut.
Mahasiswa Kedokteran Jadi Korban, Trauma Meluas
Jatuhnya pesawat bukan hanya merenggut nyawa penumpang, namun juga menewaskan banyak mahasiswa kedokteran yang tengah berada di dalam asrama dan ruang makan. Tragedi ini kini tercatat sebagai kecelakaan udara paling mematikan dalam satu dekade terakhir di India.







