KALIMANTANLIVE.COM – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menunjuk Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, dalam keputusan yang memicu gelombang protes dari sejumlah negara peserta.
Kabar tersebut dikonfirmasi dalam rilis resmi AFC bernomor 59/2025, yang diterima media pada Jumat (13/6/2025). Keputusan ini langsung menyulut kontroversi karena dinilai bertentangan dengan regulasi awal mengenai penunjukan tuan rumah berdasarkan performa di ronde ketiga.
# Baca Juga :Erick Thohir Pastikan Timnas Indonesia Siap Hadapi Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026
# Baca Juga :Jepang vs Indonesia: Rekam Jejak Panjang Jelang Laga Terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026
# Baca Juga :Jadwal Timnas Indonesia vs Jepang: Laga Terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026, Garuda Siap Tampil Maksimal!
# Baca Juga :Lolos ke Babak Neraka! Indonesia Tantang Qatar & Irak di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026
“AFC telah mengonfirmasi Asosiasi Sepak Bola Qatar dan Federasi Sepak Bola Arab Saudi sebagai Asosiasi Anggota Tuan Rumah untuk Kualifikasi Asia AFC – Playoff Road to 26,” demikian bunyi pernyataan resmi AFC.
6 Negara Bertarung, 2 Tiket Otomatis Diperebutkan
Ronde keempat kualifikasi akan digelar dalam format terpusat pada 8–14 Oktober 2025, dengan enam negara ambil bagian:
Indonesia
Irak
Oman
Qatar
Arab Saudi
Uni Emirat Arab
Mereka akan dibagi ke dalam dua grup yang masing-masing berisi tiga tim. Hanya juara grup yang akan meraih dua tiket otomatis terakhir ke Piala Dunia FIFA 2026.
Sementara itu, runner-up grup akan saling berhadapan dalam ronde kelima yang akan berlangsung pada 13 dan 18 November 2025. Pemenangnya akan mewakili Asia di babak playoff antar-konfederasi FIFA.
Pengundian grup dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli 2025.
Protes Mengalir, Tiga Negara Gugat Keputusan AFC
Namun, penunjukan Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah tidak berjalan mulus. Irak, Uni Emirat Arab, dan Oman secara resmi mengajukan protes tertulis kepada AFC. Mereka menuntut transparansi proses pemilihan dan menyoroti bahwa hasil ronde ketiga seharusnya dijadikan acuan penunjukan tuan rumah.
Irak dan UEA, yang finis sebagai dua tim terbaik pada ronde ketiga, merasa berhak menjadi tuan rumah, sesuai regulasi awal. Irak bahkan disebut telah mengirimkan surat protes kedua, menuntut pertandingan digelar di lokasi netral.
Situasi ini menambah ketegangan menjelang babak penentuan yang sangat krusial bagi kelolosan ke ajang empat tahunan paling bergengsi tersebut.







