NGERI! Iran Gempur Tel Aviv dengan Ratusan Rudal dan Drone, Dunia di Ambang Perang Besar

Netanyahu Ancam Balasan, Iran Tak Gentar

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merilis pidato video yang mengajak rakyat Iran untuk melawan pemerintahnya sendiri. Ia menegaskan bahwa perlawanan Israel ditujukan kepada rezim Iran, bukan rakyatnya.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Mahsoud Pezeshkian menyatakan bahwa Iran akan terus memberikan “respon keras atas kejahatan Israel.”

Serangan Awal Israel: Lebih dari 200 Serangan ke Fasilitas Nuklir

Serangan Israel sebelumnya, bernama “Rising Lion”, dilakukan pada Kamis (12/6) dengan lebih dari 200 serangan udara ke fasilitas nuklir Natanz, para ilmuwan, dan markas militer Iran. Serangan tersebut dilaporkan menghancurkan sebagian besar infrastruktur, menyebabkan kebakaran besar dan kerusakan serius di Natanz.

Akibatnya, Iran membalas dengan lebih dari 100 drone, yang memaksa Israel menutup wilayah udaranya dan membatalkan semua penerbangan. Negara tetangga seperti Yordania dan Irak juga menutup wilayah udara mereka sebagai tindakan pencegahan.

Reaksi Dunia: Ketakutan Akan Perang Regional Meluas

Reaksi internasional datang cepat. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan keprihatinan mendalam dan menyerukan de-eskalasi segera. Sekjen NATO Mark Rutte mendorong sekutu Israel untuk menahan diri dan mencegah konflik meluas.

Jerman, Inggris, dan Prancis juga menyerukan penyelesaian diplomatik sambil tetap mendukung hak Israel untuk membela diri. Direktur IAEA Rafael Grossi memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir bisa memicu bencana radiasi global.

“Saya menyerukan semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin,” ujarnya.

Situasi Genting, Dunia Menanti Arah Konflik Selanjutnya

Konflik Iran-Israel kini berada di ambang perang terbuka berskala penuh. Dengan kedua pihak saling mengancam dan melakukan serangan strategis langsung, kekhawatiran dunia akan perang regional bahkan global kian meningkat.

Israel disebut tengah mempersiapkan serangan lanjutan, sementara Iran mengklaim siap menghadapi segala bentuk agresi lanjutan.
Dunia kini menahan napas, menanti: Akankah gempuran ini memicu Perang Dunia baru?

(kalimantanlive.com/sumber lainnya)

editor : TRI