Awas! Minum Air Putih Terlalu Banyak Bisa Rusak Ginjal, Ini Penjelasan Dokternya

KALIMANTANLIVE.COM – Selama ini air putih sering dianggap sebagai kunci hidup sehat, namun ternyata minum air secara berlebihan justru bisa membahayakan ginjal. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis urologi, dr. I Nyoman Palgunadi, SpU, yang memberi peringatan lewat akun Instagram pribadinya pada Sabtu (14/6/2025).

Menurut dr. Palgunadi, overhidrasi—atau kelebihan asupan cairan—dapat memicu ketidakseimbangan elektrolit dan menurunkan fungsi ginjal secara perlahan. Ginjal, yang bertugas menyaring dan membuang kelebihan cairan dari tubuh, akan bekerja lebih keras saat asupan air melebihi kapasitas normal.

# Baca Juga :Rusia Bakal Blokir WhatsApp dan Telegram! Siapkan “Vlad’s App” Sebagai Aplikasi Pengganti Resmi

# Baca Juga :Piala Presiden 2025 Siap Dimulai! Inilah Jadwal Lengkap, Laga Pembuka, dan Pembagian Grup Turnamen Bergengsi Pramusim

# Baca Juga :Sejarah Tercipta! Bayern Muenchen Bantai Auckland City 10-0, Cetak Rekor Skor Terbesar Sepanjang Masa

# Baca Juga :Prakiraan Cuaca Kalimantan Selatan Senin 16 Juni 2025: Waspadai Hujan Petir di Siang Hari

Overhidrasi Bisa Picu Hiponatremia, Bahaya Serius untuk Tubuh

Salah satu efek paling serius dari konsumsi air berlebihan adalah hiponatremia, kondisi di mana kadar natrium dalam darah menurun drastis. Ini bisa menyebabkan pembengkakan sel-sel tubuh, termasuk sel otak, dan memicu gejala seperti lemas, mual, pusing, hingga pembengkakan wajah dan kaki.

“Banyak minum air memang baik, tapi kalau berlebihan justru bisa membebani ginjal dan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit,” ujar dr. Palgunadi.

Gejala hiponatremia dan overhidrasi yang harus diwaspadai antara lain:

Terlalu sering buang air kecil dengan urine sangat bening

Mual atau pusing tanpa sebab yang jelas

Pembengkakan pada wajah, tangan, dan kaki

Kondisi ini bisa semakin berbahaya bagi orang yang sudah memiliki gangguan fungsi ginjal, karena ginjal mereka tidak dapat menyaring cairan dengan optimal.

Berapa Banyak Air yang Harus Kita Minum?

dr. Palgunadi mengingatkan bahwa kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada usia, aktivitas, suhu lingkungan, dan kondisi kesehatan. Tidak ada aturan pasti seperti “harus 8 gelas per hari”, karena tubuh memiliki mekanisme alami yang memberi sinyal jika memerlukan cairan, salah satunya adalah rasa haus.

“Pastikan minum secukupnya sesuai kebutuhan tubuh, tidak kurang dan tidak berlebihan! Lebih baik cek juga fungsi ginjal secara berkala,” tambahnya.