“Kami telah menjual 27 juta mobil hybrid, dan jika dibandingkan, itu setara dengan dampak emisi dari 9 juta EV,” jelas Toyoda, dikutip dari InsideEVs.
Toyoda juga menyoroti proses produksi baterai sebagai salah satu penyumbang besar emisi.
Pembuatan baterai membutuhkan energi dalam jumlah besar, yang di beberapa negara seperti Jepang, masih bersumber dari pembangkit berbahan bakar fosil seperti batu bara.
BACA JUGA: Minat Mobil Hybrid Meningkat, Ini Daftar Harga Terbaru Juni 2025
“Kalau kami memproduksi 9 juta EV di Jepang saat ini, emisi karbon nasional malah bisa meningkat karena ketergantungan terhadap energi termal,” kata Toyoda.
Kritik terhadap kendaraan listrik juga mencakup aspek penambangan dan pengolahan bahan mentah untuk baterai, seperti litium, kobalt, dan nikel.









