KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Rusia dilaporkan tengah bersiap meluncurkan aplikasi pesan instan baru bernama “Vlad’s App” sebagai pengganti WhatsApp dan Telegram yang rencananya akan diblokir di seluruh wilayah Rusia.
Menurut laporan dari Reuters, parlemen Rusia telah menyetujui peluncuran Vlad’s App, dan saat ini sedang menunggu persetujuan akhir dari majelis tinggi parlemen. Aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan namun digadang-gadang akan menjadi alat komunikasi digital resmi yang sepenuhnya terintegrasi dengan layanan negara.
# Baca Juga :WhatsApp Hadirkan Fitur Username, Pengguna Tak Perlu Lagi Bagikan Nomor Telepon
# Baca Juga :WhatsApp Hadirkan Fitur Baru! Kini Nomor HP Tersembunyi, Bahkan Bisa Pakai Username Unik untuk Chatting
# Baca Juga :WhatsApp Tembus 3 Miliar Pengguna, Jadi Pilar Utama Strategi AI Meta
# Baca Juga :Warga Laporkan Lewat WhatsApp, Polres Tabalong Grebek Sarang Sabu di Mabuun: 3 Residivis Dibekuk!
Fitur Mirip WhatsApp, tapi Terhubung dengan Sistem Pemerintah
Wakil Kepala Komite Kebijakan Informasi Parlemen Rusia, Anton Gorelkin, menjelaskan bahwa Vlad’s App akan memiliki fitur utama seperti kirim pesan dan panggilan suara, mirip dengan WhatsApp dan Telegram. Namun, yang membedakan adalah integrasi penuh dengan layanan digital milik pemerintah Rusia.
“Keunggulan kompetitif utama platform ini adalah integrasi mendalam dengan layanan pemerintah,” ujar Gorelkin seperti dikutip dari Reuters, Senin (16/6/2025).
Menurut laporan IndiaNews, Vlad’s App akan memungkinkan penggunanya untuk:
Mengakses dokumen resmi negara
Menandatangani kontrak digital
Melakukan pembayaran melalui sistem resmi
Mengakses layanan pendidikan dan administratif lainnya
Semua fitur ini disebutkan akan diaktifkan hanya dengan persetujuan pengguna, guna menjaga privasi dan keamanan data.
Langkah Strategis Rusia Kurangi Ketergantungan pada Platform Asing
Menteri Pembangunan Digital Rusia, Maksut Shadeyev, menyatakan bahwa peluncuran Vlad’s App merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengembangkan infrastruktur digital lokal yang terpusat dan mandiri.
Ia mengakui bahwa Rusia selama ini tertinggal dalam pengadopsian sistem digital nasional jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah lebih maju dalam integrasi digital.
Sementara itu, Ketua Komite Kebijakan Informasi Duma, Sergei Boyarski, menyebut bahwa Vlad’s App akan menjadi aplikasi perpesanan multifungsi dan aman, sekaligus memperkuat pertahanan digital Rusia terhadap potensi ancaman dari platform asing.
“Vlad’s App dirancang sebagai bagian dari sistem komunikasi nasional yang aman dan bebas dari pengaruh luar,” kata Boyarski.







