Bela Adik dari Upaya Pemerkosaan, Adik Bahar bin Smith Malah Dibacok! Kasus Dilimpahkan ke Polda

TANGERANG SELATAN, KALIMANTANLIVE.COM — Peristiwa memilukan menimpa Zein bin Smit, adik dari tokoh kontroversial Bahar bin Smith, yang melaporkan kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan ke Polres Metro Tangerang Selatan, Senin (16/6/2025).

Kejadian tragis itu bermula saat Zein berusaha menyelamatkan adiknya dari dugaan percobaan pemerkosaan, namun malah menjadi sasaran empat orang pelaku yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

“Sudah selesai, tadi sore bada ashar laporannya sudah diserahkan dan sudah diterima pihak polisi,” ujar Ikhwan Tuan Kota, kuasa hukum Zein, saat dihubungi awak media.

# Baca Juga :Indonesia Masih Juara 3 Dunia Jumlah Perokok! Unpad: Sudah Saatnya Berhenti Andalkan Cara Lama

# Baca Juga :Rahasia Performa HP Tetap Ngebut: Ini Alasan Android dan iPhone Wajib Rutin Direstart!

# Baca Juga :Mengerikan! Lebih dari 23 Ribu Warga Indonesia Terjangkit Sifilis, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

# Baca Juga :Geger! 17 ASN di Palangka Raya Terindikasi Narkoba, Pemkot Siapkan Sanksi Tegas

Dibacok Saat Lindungi Kehormatan Adik Perempuan

Zein disebut mengalami luka bacok di tangan kanan akibat serangan benda tajam yang dilakukan saat ia mencoba melindungi sang adik dari tindakan bejat para pelaku.

“Habib Zein membela kehormatan adik yang akan diperkosa. Lalu terjadi pengeroyokan oleh pelaku pemerkosaan bersama tiga temannya, total empat orang,” terang sang pengacara.

Laporan yang diajukan mencakup dua dugaan tindak pidana sekaligus, yakni:

Pasal 170 KUHP (pengeroyokan),

Pasal 351 KUHP (penganiayaan).

Sebagai bagian dari proses hukum, Zein telah menjalani visum dan saat ini dikabarkan dalam kondisi stabil dan membaik.

Kasus Diambil Alih Polda Metro Jaya

Sementara itu, Kasi Humas Polres Tangsel AKP Agil membenarkan bahwa laporan Zein telah diterima dan resmi dilimpahkan ke Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Perkara ditangani Polda Metro Jaya,” ujar Agil singkat saat dikonfirmasi.

Kronologi dan Motif Masih Diselidiki

Hingga saat ini, pihak berwenang belum merinci secara lengkap kronologi dan identitas para pelaku. Namun, motif kuat yang mengarah pada perlindungan terhadap anggota keluarga dari tindakan kekerasan seksual menjadi faktor kunci dalam laporan ini.