BMKG Perkuat Sistem Peringatan Dini Tsunami, Termasuk Nonseismik

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus meningkatkan kapasitas sistem peringatan dini tsunami di Indonesia.

Penguatan ini mencakup deteksi terhadap sumber bencana seismik seperti gempa tektonik, maupun nonseismik seperti longsor bawah laut dan erupsi gunung berapi.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas operasional Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) terbaru di Kuta, Bali, menjadi tonggak penting dalam modernisasi sistem peringatan dini nasional.

BACA JUGA: Gempa M3,1 Guncang Merangin, Tak Berpotensi Tsunami

Fasilitas ini didukung oleh pendanaan Bank Dunia melalui proyek Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) dan dirancang tidak hanya sebagai reaksi terhadap bencana, tapi juga sebagai langkah antisipatif.

“Tujuannya untuk melindungi masyarakat pesisir dari ancaman tsunami di masa depan,” jelas Dwikorita pada Selasa (17/6/2025).