PARINGIN, Kalimantanlive.com – Kepala Desa Merah, Yadiansyah menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayahnya. Hal ini ia sampaikan saat kegiatan Rembuk Stunting tahun 2025 yang digelar di Desa Merah, Kecamatan Awayan, Selasa (17/6/2025).
“Kami semua berkumpul di sini untuk satu tujuan: memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kita harus bersama-sama memecahkan permasalahan yang ada dan mencari solusi terbaik untuk mencegah stunting, demi masa depan generasi kita,” ujarnya.
BACA JUGA: Pemkab Balangan Ucapkan Terima Kasih kepada Seluruh Fraksi DPRD atas Penerimaan Raperda APBD 2024
Sementara itu, Kapolsek Awayan, Ipda Lulus Pribadi, turut menyoroti praktik pernikahan dini yang masih terjadi di sejumlah lingkungan desa. Ia menyebut pernikahan usia dini sebagai salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap stunting.
“Pernikahan di bawah umur menjadi salah satu faktor risiko stunting yang harus kita perhatikan bersama,” tegasnya.
Ia juga mengimbau Kantor Urusan Agama (KUA) dan pemerintah desa untuk lebih teliti dalam melakukan verifikasi pernikahan agar tidak terjadi pelanggaran usia pernikahan.
Selain itu, Ipda Lulus menyampaikan bahwa pihak kepolisian, melalui Bhabinkamtibmas, terus berperan aktif dalam menyampaikan edukasi terkait pencegahan stunting kepada masyarakat.
“Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas yang aktif memberikan penyuluhan di lapangan,” jelasnya.
(Kalimantanlive.com/Kamil)










