3. Sifilis Laten
Tidak ada gejala yang terlihat, tapi infeksi tetap aktif di tubuh
Bisa berlangsung selama bertahun-tahun
Bakteri tetap berisiko merusak organ vital seperti jantung, saraf, dan otak
4. Sifilis Tersier (Tahap Lanjut)
Jika tetap tidak diobati, penderita berisiko alami:
Demensia dan gangguan otak
Penyakit jantung serius
Masalah penglihatan hingga kebutaan
Gangguan koordinasi dan otot
Bahaya Sifilis Kongenital: Menular dari Ibu ke Bayi
Sifilis juga bisa ditularkan dari ibu ke janin melalui plasenta, atau saat proses persalinan. Bayi yang terlahir dengan sifilis bisa mengalami:
Luka dan ruam kulit
Pembesaran hati dan limpa
Kuning pada kulit dan mata
Anemia
Gangguan pendengaran dan kelainan bentuk tulang
Jika tidak ditangani segera, sifilis kongenital bisa menyebabkan kecacatan permanen hingga kematian.
Jangan Remehkan! Segera Periksa Jika Temukan Gejala
Banyak penderita sifilis tidak menyadari dirinya terinfeksi karena gejalanya mirip dengan infeksi ringan biasa. Karena itu, edukasi dan deteksi dini sangat penting.
Sayangnya, menurut Kemenkes, stigma sosial dan rasa malu masih menjadi penghalang utama masyarakat untuk memeriksakan diri.
“Banyak yang mengira luka itu hanya keputihan biasa atau infeksi ringan, padahal itu gejala awal sifilis,” ujar pernyataan Kemenkes.
Kesimpulan: Lindungi Diri, Lindungi Sesama
Sifilis adalah penyakit serius yang bisa diobati jika ditangani lebih awal. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala-gejala mencurigakan, jangan ragu untuk berkonsultasi ke fasilitas kesehatan.
Langkah terbaik adalah melakukan pemeriksaan rutin, menjaga kebersihan, serta menerapkan seks yang aman dan bertanggung jawab.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







