BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperkuat ekosistem tata kelola dan integritas di industri jasa keuangan yang penting dalam menghadapi tantangan teknologi dan sosial yang semakin kompleks.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena dalam pelaksanaan Student Integrity Campaign (In Camp) di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Senin (16/5/2025) yang diikuti oleh 440 mahasiswa secara offline dan 420 mahasiswa secara online.
BACA JUGA: Kepala OJK Kalsel: Sektor Jasa Keuangan Stabil di Tengah Meningkatnya Dinamika Global
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Roadshow Governansi yang dilakukan OJK secara berkesinambungan di berbagai wilayah Indonesia guna membangun pemahaman dan kesadaran publik, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya tata kelola yang baik dan nilai-nilai integritas.

Sophia mengatakan bahwa penguatan tata kelola tidak hanya sebatas fungsi pengawasan, tetapi juga mencakup aspek konsultatif dan pengelolaan risiko.
“Jadi, audit internal itu tidak hanya mencari kesalahan orang, tapi justru mencari room for improvement-nya, itu untuk assurance nya. Tapi ada sisi lainnya yaitu ada fungsi konsultansi. Nah, inilah yang dibangun di OJK. Jadi ada fungsi insight, insight itu adalah fungsi advisory. Fungsi oversight, oversight itu adalah fungsi auditnya. Dan kemudian fungsi manajemen risikonya itu foresight,” kata Sophia.
Sophia juga menekankan pentingnya tata kelola, potensi risiko di sektor jasa keuangan, serta langkah-langkah preventif yang dilakukan oleh OJK untuk memperkuat pengawasan dan perlindungan konsumen.
“Potensi fraud akibat serangan cyber di sektor jasa keuangan itu juga meningkat dari tahun ke tahun. Nah ini yang tentunya juga aspek governansinya dalam pengembangan teknologi AI, machine learning itu perlu diperhatikan,” tambah Sophia.







