Putus Rantai Oplosan! Pemerintah Salurkan Beras SPHP Lewat Koperasi Merah Putih, Harga Dijamin Lebih Murah

KALIMANTANLIVE.COM — Pemerintah terus menggencarkan strategi baru demi menekan praktik oplosan beras dan menjaga keterjangkauan harga pangan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengumumkan bahwa penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kini akan dilakukan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel Merah Putih) di seluruh Indonesia.

Langkah ini diambil sebagai solusi atas maraknya praktik oplosan beras SPHP yang berujung pada lonjakan harga di pasaran dan semakin menjauhkan rakyat dari akses terhadap pangan murah.

# Baca Juga :Agen Beras Kota Banjarmasin Sebut Harga Beras Alami Penurunan, Ini Penyebabnya

# Baca Juga :Produksi Sedikit, Harga Beras Lokal di Tabalong Alami Kenaikan Jelang Ramadhan

# Baca Juga :Disdag Kalsel Pastikan Harga Beras Kondusif Jelang Ramadan, Pedagang: Jangan Panik Soal Isu Kenaikan

# Baca Juga :Tanah Bumbu Masuki Masa Panen Padi, Kepala DKPP Hairuddin Berharap Bisa Stabilkan Harga Beras

“Selama ini kalau SPHP disalurkan ke pasar, sering kali dioplos lagi. Akhirnya rakyat tidak mendapatkan beras dengan harga yang seharusnya. Kita taruh di pasar, dioplos, lalu dijual mahal. Rakyat rugi,” tegas Zulhas dalam keterangannya, Selasa (17/6/2025).

Koperasi Jadi Kanal Logistik Resmi Pemerintah

Zulhas menjelaskan bahwa melalui Kopdeskel Merah Putih, distribusi beras SPHP akan lebih terpantau dan langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Model distribusi ini juga akan digunakan dalam skema operasi pasar yang dilakukan oleh pemerintah.

“Sekarang tidak seperti dulu. Kalau kita mau operasi pasar, beras SPHP langsung dikirim ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ini sistem distribusi yang lebih rapi dan efisien,” jelasnya.

Zulhas juga menegaskan bahwa pendekatan ini akan dilakukan secara bisnis murni atau pure business, dengan pola usaha koperasi berbasis plafon pinjaman dan produk kebutuhan pokok yang pasti dibutuhkan masyarakat seperti beras, minyak goreng, hingga gula.

“Usahanya jelas, kebutuhannya nyata, dan pemerintah akhirnya punya kaki sendiri untuk menjangkau rakyat,” ujarnya.

Target 1,5 Juta Ton Beras SPHP hingga Akhir 2025

Program penyaluran beras SPHP kembali digulirkan oleh pemerintah mulai Juni hingga Desember 2025 dengan target total 1,5 juta ton. Angka ini merupakan hasil keputusan dalam Rapat Terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto pada Desember 2024 lalu.

Hingga pertengahan Juni, realisasi penyaluran SPHP telah mencapai 181.100 ton, sehingga tersisa sekitar 1,318 juta ton yang masih dapat disalurkan selama enam bulan ke depan.

Namun demikian, penyaluran akan dilakukan secara selektif, dengan memperhatikan harga gabah dan kesejahteraan petani lokal agar program tidak merugikan produsen pangan dalam negeri.