MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Pengalaman peristiwa politik uang yang menciderai Pilkada Barito Utara pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang lalu, sehingga mengakibatkan Barito Utara kembali harus melaksanakan PSU atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 313/PHPU.BUP-XXIII/2025.
Hal itu mendorong KPU Kabupaten Barito Utara menggelar “Deklarasi Komitmen Bersama Tidak Melakukan Politik Uang” yang diadakan di Water Front City Muara Teweh, Selasa, 17 Juni 2025 Pagi.
Dengan mengundang Penjabat (Pj) Bupati Barito Utara, pasangan calon yang berkontestasi beserta timnya, perwakilan seluruh elemen lapisan masyarakat, pimpinan dan anggota Partai Politik, Ormas, LSM, insan pers, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri hingga Camat dan Lurah, acara ini diharapkan lebih memantapkan komitmen mewujudkan Pilkada yang berintegritas.
Ketua KPU Kabupaten Barito Utara, Siska Dewi Lestari, dalam memberikan sambutannya dihadapan para hadirin dan tamu undangan yang hadir menyampaikan, kegiatan ini adalah sebagai tindak lanjut putusan MK, dan agar hal yang sebelumnya terjadi menjadi pembelajaran untuk semuanya.
“Agar tidak kembali mengulangi pelanggaran yang bertentangan dengan ketentuan hukum,” kata Siska.
Selanjutnya masih dalam sambutannya Siska mengatakan, ternyata dari pengalaman kemarin, kesuksesan Pilkada serta damai dan tentramnya Pilkada bukan hanya menjadi tugas satu lembaga saja, tetapi harus menjadi tugas dan tanggung jawab bersama.
“Oleh karena itu dalam Komitmen Bersama ini tidak hanya para Pasangan Calon dan Ketua Partai Politik saja, tetapi pada kesempatan kali ini kita bersama-sama, semuanya. Baik pihak keamanan, Bawaslu, Forkopimda, Camat, perwakilan pemilih dari segala jenis kategori usia,” kata Siska.
Siska Dewi Lestari memohon agar semua pihak bersama-sama melaksanakan putusan peradilan Mahkamah Konstitusi agar berjalan sesuai dengan rule atau aturan.
Siska juga meyakini ada hikmah dan pelajaran berharga yang dapat dipetik dibalik apa yang terjadi di Kabupaten Barito Utara yang saat ini sedang disorot hingga kepublik nasional.
“Ini menjadi momentum untuk kita benar-benar bersama-sama memperbaiki demokrasi di Barito Utara,” sebut Ketua KPU yang pernah menjadi dosen ini.










