Ilmuwan Nuklir Iran yang Tewas: Target Serangan Presisi
Tak hanya militer, para ilmuwan nuklir Iran juga menjadi sasaran dalam operasi ini. Total 14 ilmuwan dilaporkan tewas, termasuk sosok penting seperti:
Fereydoon Abbasi
Mantan Kepala Organisasi Energi Atom Iran dan mantan anggota parlemen. Sebelumnya selamat dari percobaan pembunuhan tahun 2010 yang dituduhkan pada Mossad.
Mohammad Mehdi Tehranchi
Kepala Universitas Azad di Teheran, tokoh penting dalam pengembangan riset nuklir sipil dan militer.
Abdulhamid Minouchehr
Kepala Departemen Teknik Nuklir di Universitas Shahid Beheshti, institusi kunci dalam pengembangan teknologi nuklir Iran.
Ahmad Reza Zolfaghari
Profesor teknik nuklir di universitas yang sama, dikenal terlibat dalam proyek energi dan pengayaan uranium.
Amirhossein Feqhi
Akademisi nuklir yang disebut-sebut berperan dalam pengembangan sistem peluncuran rudal berbasis teknologi nuklir.
Iran Siap Membalas: Titik Didih Perang Mendekat
Kematian para pejabat tinggi ini diyakini akan memicu eskalasi besar-besaran. Iran telah menembakkan beberapa rudal balasan dan memperingatkan bahwa tanggapan penuh masih akan datang.
Sementara itu, analis militer internasional menilai bahwa pembunuhan para ilmuwan dan jenderal ini bukan hanya serangan taktis, melainkan serangan simbolik untuk melemahkan kekuatan elite Iran dari dalam.
“Ini bukan sekadar serangan udara, tapi pemenggalan struktur komando militer dan nuklir Iran,” kata salah satu analis pertahanan di Brussels.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







