KALIMANTANLIVE.COM – Tragedi jatuhnya pesawat Air India Boeing 787 Dreamliner menyisakan satu keajaiban: Vishwash Kumar Ramesh, pria berusia 40 tahun asal Inggris, menjadi satu-satunya penumpang yang selamat dari insiden mengerikan tersebut. Ramesh keluar dari reruntuhan pesawat tanpa luka parah, membuat banyak ahli keselamatan penerbangan penasaran dan mulai mengupas “misteri kursi 11A” yang ia duduki.
Duduk di Kursi Strategis: Dekat Pintu Darurat dan Struktur Paling Kuat Pesawat
# Baca Juga :Horor! Benda Misterius Terbang dari Pesawat Air India Sebelum Jatuh Menghantam Asrama Mahasiswa Kedokteran
# Baca Juga :Misteri Jatuhnya Air India Boeing 787: Pakar Curigai Serangan Burung hingga Gagal Mesin
# Baca Juga :BERI KOMPENSASI! Pesawat Air India Jatuh, Tata Group Gelontorkan Rp 1,9 Miliar Tiap Keluarga Korban Tewas
# Baca Juga :UPDATE Pesawat Air India Jatuh! Misteri Kursi 11A: Selamatnya Ramesh dari Maut di Tengah Ledakan
Ramesh duduk di kursi 11A, berlokasi dekat pintu darurat dan wing box—bagian struktur terkuat dari badan pesawat yang berada di tepi depan sayap. Saat pesawat menabrak gedung dan terguling, Ramesh mengira dirinya telah tewas. Namun, ia sadar masih hidup dan melihat celah di badan pesawat yang memberinya harapan.
“Saya berhasil melepas sabuk pengaman, memakai kaki saya untuk mendorong celah itu, dan merangkak keluar,” ujarnya.
Belum bisa dipastikan apakah celah itu merupakan pintu darurat yang terbuka akibat benturan atau retakan besar di badan pesawat.
Analisis Para Pakar: Kombinasi Struktur, Lokasi, dan Kecepatan Bertindak
David Cable, mantan inspektur kecelakaan udara Inggris, menyebut posisi pesawat yang agak terbalik saat menghantam gedung memungkinkan bagian fuselage di dekat Ramesh pecah, memberi celah untuk keluar. Keberadaan Ramesh di area dengan ruang kaki luas juga memberinya keuntungan ruang gerak dibandingkan penumpang lain.
Prof. John McDermid dari University of York menambahkan bahwa struktur tambahan di dekat sayap dirancang untuk menghadapi tekanan kuat, memberi Ramesh perlindungan ekstra dari benturan fatal.
“Ada kemungkinan benturan membuat pintu darurat longgar, dan dia menendangnya. Pintu tepat di depannya, jadi dia tidak perlu bergerak jauh,” ujarnya.
Namun, keberuntungan juga memegang peranan besar, kata Prof. Ed Galea, pakar keselamatan penerbangan dari University of Greenwich.
“Kecil kemungkinan ada yang selamat dalam kecelakaan seperti ini. Fakta bahwa dia bisa keluar hidup-hidup adalah keajaiban.”
Fakta Penting: Jarak dari Pintu Darurat Penentu Keselamatan
Penelitian Prof. Galea menunjukkan bahwa penumpang yang duduk dalam jarak lima baris dari pintu keluar memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup dalam kecelakaan. Galea sendiri mengaku selalu memesan kursi dalam jarak itu saat bepergian dengan pesawat.
Meski struktur pesawat memberi kesempatan, Ramesh harus bertindak cepat. Jika ia tidak segera keluar, bola api dari bahan bakar yang terbakar bisa saja merenggut nyawanya dalam hitungan detik.
“Dia bukan hanya beruntung karena posisi duduk, tapi juga karena mampu bertindak cepat,” tambah McDermid.







