BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Senin (16/6/2025).
Hadir mewakili Gubernur H. Muhidin, Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kalsel, Sutikno, mengikuti rakor dari Command Center Setda Provinsi Kalsel.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Ajak Perempuan Kawal Aspirasi Lewat Pendidikan Politik
Rakor yang dipimpin Sekjen Kemendagri, Komjen Pol. Tomsi Tohir, turut membahas langkah konkret pengendalian inflasi 2025 serta evaluasi dukungan terhadap program strategis nasional Presiden RI Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), program 3 juta rumah, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), dan Sekolah Rakyat.
“Masih ada beberapa kabupaten/kota yang belum menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut. Ini akan kami laporkan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti,” ujar Sutikno usai rakor.
Sutikno juga melaporkan bahwa inflasi Kalsel hingga Mei 2025 relatif terkendali. Inflasi year-on-year berada di angka 1,25%, di bawah nasional 1,6%. Sementara month-to-month sebesar 0,32%, juga lebih rendah dari rata-rata nasional 0,37%.
Namun, sejumlah komoditas seperti bawang merah, beras, dan minyak goreng masih mengalami lonjakan harga. Harga Minyak Kita, misalnya, sudah jauh di atas HET Rp15.700, dengan harga pasar mencapai Rp17.500.










